oleh

Fahri Hamzah: “Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto Gagal”, Emangnya Seharusnya Bagaimana?

-Berita-18 views
loading...
kolase foto/istimewa
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara mengenai pidato kebangsaan
‘Indonesia Menang’ yang disampaikan oleh capres nomor urut 02, Prabowo
Subianto. Tanggapan Fahri itu ditulis di dalam akun twitternya
pribadinya dengan judul “Kegagalan Pidato Prabowo”.
Menurut Fahri, Prabowo telah gagal menunjukkan kepada publik bahwa ia
berbahaya dan menakutkan seperti keinginan lawan politik capres nomor
urut 02 itu.
“Maaf Pak @prabowo, Bapak gagal menunjukkan kepada publik dan rakyat
Indonesia bahwa bapak berbahaya dan menakutkan, seperti keinginan
musuh-musuh politik Bapak,” tulis Fahri di akun twitternya.
Kemudian, Fahri memberi saran ke segenap tim sukses Prabowo. Fahri
meminta agar BPN mendorong Prabowo dan Sandi jika terpilih nanti untuk
berkomitmen membayar utang Indonesia yang dibuat oleh pemerintah
sebelumnya.
“Sebab saya duga ada yang menghasut keluar bahwa kalau mereka
memimpin, utang NKRI nggak bakalan dibayar. Bayar aja, berapapun!,”
tegas Fahri.
Menurut Fahri, Prabowo hanya perlu melampaui trauma dan phobia yang
sudah kadung disebar oleh lawan politiknya bahwa mantan Pangkostrad itu
adalah sosok yang berbahaya dan mengancam demokrasi di Indonesia. Meski
begitu, Fahri berpendapat, pendukung militan Prabowo kecewa atas pidato
yang disampaikan Prabowo dengan tema Indonesia Menang.
Namun demikiran, menurut Fahri, anggapan Prabowo seram dan mengancam
itu sirna seketika setelah Prabowo memutuskan untuk menggaet Sandiaga
Uno sebagai cawapres. Serta pernyataan Prabowo yang bakal merangkul
semua ke dalam kabinet jika ia terpilih menjadi presiden.
“Pidato Prabowo malam ini mungkin mengecewakan pengikut militan. Tapi
bagus memberi sinyal bahwa dalam pemerintahannya bersama Sandiuno semua
dapat tempat. Bahkan musuh-musuhnya. Itu sejarah Prabowo. Tidak punya
kebiasaan balas dendam,” ujar Fahri.
“Tapi saya tahu, seberapa “serem” dan “bahaya” Prabowo mau
digambarkan. Untung Prabowo memilih Sandiuno yang bukan seorang simbol
Islam, bisa habis waktu untuk menjelaskan tuduhan bahwa ini adalah
kombinasi “nasionalis radikal dan Islam radikal”. Kalau kemarin seorang
ulama dipaksakan, Prabowo akan dituduh bersekongkol dengan Islam radikal
untuk membentuk khilafah. Lalu rakyat akan ditakutkan bahwa Prabowo
ditunggangi oleh teroris dan ekstrimis untuk membajak NKRI. Jenderal
merah putih itu akan dilumuri fitnah,” imbuhnya.
Fahri menyebut, Prabowo beruntung karena memiliki cawapres seorang
anak muda yang memiliki jejak modern seperti  Sandi. Sosok Sandi akan
sulit untuk membuat stigma terhadap Prabowo bahwa ia radikal dan
ekstrim.

loading...
“Untung calon wapres pilihan Prabowo adalah seorang anak muda
@sandiuno yang jejaknya “modern”. Mencari cara untuk membuatnya nampak
radikal dan ekstrem susah sekali. Kecewalah segala rekayasa dan matilah
semua jurus. Mati kutu!,” terang Fahri.
Menurut Fahri, pada periode sebelum pemilu 2014, Prabowo dituduh
sebagai sosok psikopat dan gila oleh seorang jenderal yang berada di
dalam rezim pemerintah saat ini. Namun, Prabowo tidak pernah membalas
fitnah itu dengan fitnah kembali.
“Tahun 2013-2014 lalu dalam kurun Pilpres 2014 beliau Prabowo dituduh
psikopat dan gila oleh seorang mantan jenderal yang punya banyak bisnis
dalam rezim ini. Beliau tidak pernah membalas. Semua dianggap sahabat
di jalan yang berbeda,” ungkap Fahri.
Namun, Fahri melanjutkan, segala bentuk fitnah terhadap Prabowo pada
2014 lalu telah hilamg. Momen jelang Pemilu 2019 adalah titik pertama
bagi Prabowo untuk bisa menang.
“Semua tuduhan dalam Pilpres 2014 sudah hilang. Satu-satunya yang
belum adalah menempelkan Prabowo dengan cap “Islam radikal”. Hampir saja
sukses. Alhamdulilah sekarang, semua tuduhan hilang. Sebuah titik awal
Debat Pertama yang akan lengang. Ia akan menang,” tutup mantan politikus
PKS itu. (ak/kc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed