Berita  

Fantastis Bisnis Tepung Tulang Ikan Capai Triliunan Rupiah

Tepung Tulang  Ikan (Ist)

SLEMAN-DI YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.com – Potensi bisnis bubuk tulang dan kepala ikan, mencapai angka
fantastis hingga triliun rupiah. Banyak produsen oalahan perikanan
Indonesia yang diperkirakan merengguk keuntungan itu sehingga dipastikan
akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Bisnis bubuk tulang ikan di Indonesia, mencapai triliun rupiah
per tahunnya. Angka yang sangat fantastis, dan pasti bisa
mensejahterahkan masyarakat pengolah perikanan bila mereka terdorong
memanfaatkannya,” kata Peneliti Ilmu dan Teknologi Pangan dari
Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Faizal Fajar Sunarma, di Kampus UGM,
Yogyakarta, Kamis (27/7/2017), dikutip dari rimanews. 
Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki 70% wilayah perairan, dimana
luas perairan tersebut berpotensi mendapatkan hasil perikanan melimpah.
Data dan Statistik Kementerian Kelautan Perikanan tahun 2015 mencatat,
nilai produksi hasil perikanan mampu menembus angka 14, 79 juta ton.
Pencapaian tersebut cukup besar, pasalnya Indonesia menepati urutan ke
dua setelah China dalam hal produksi ikan pada tahun 2012.
Nilai produksi tersebut, katanya, diperoleh dari perikanan
tangkap yaitu laut dan umum, serta produksi perikanan budidaya.
Banyaknya jumlah produksi perikanan, berpotensi menghasilkan produk
samping perikanan.
Hasil perikanan
Menurut Fajar, terdapat 25% produk samping perikanan berupa
tulang ikan yang belum dioptimalkan keberadaannya. Jika total hasil
perikanan di Indonesia mampu diolah sekitar 7 juta ton per tahun, maka
akan ada 1,75 juta ton total produk samping berupa tulang ikan sebagai
bahan produksi.
“Tulang ikan yang sudah dibersihkan dari sisa daging dan kotoran
bisa diolah menjadi bubuk sebanyak 14,20 %. Sehingga dari asumsi total
tulang ikan 1,75 juta ton per tahun, maka akan menghasilkan 248.500 ton
bubuk tulang ikan per tahun bisa diproduksi untuk berbagai macam produk
kesehatan berkaitan dengan nilai kalsium,” ujarnya.
Spesial Untuk Mu :  Nah dia! Hutang BUMN Era Jokowi Bengkak Jadi Rp5.271 Triliun
Hingga saat ini, katanya lagi, peluang pemanfaatan produk samping
berupa tulang ikan sudah mulai dilaksanakan oleh beberapa negara.
Misalnya di Selandia Baru yang memiliki industri pengolah tulang ikan,
yang bernama Nutri Zing yang memproduksi tepung tulang ikan sebagai
bahan baku utama.
Potensi ekonomi
Fajar menjelaskan, saat ini harga sumpelem kalsium yang bersumber
dari bubuk tulang ikan per kemasan dibanderol dengan harga fantastis,
yaitu US $15.0 per kilogram (US $ 1= Rp 13.316, red). Artinya, kata dia,
jika potensi tersebut bisa dikaji lebih serius, maka peluang Indonesia
mendapatkan keuntungan menjadi sangat besar.
“Jika setiap tahunnya Indonesia bisa menghasilkan sebanyak
248.500 ton bubuk tulang ikan, maka potensi ekonominya menjadi Rp 45
triliun. Waww.. ini angka fantastis bagi Indonesia dan masyarakat
pengolah produk perikanan dalam negeri. Apalagi proses pengolahan bisa
dilakukan secara sederhana,” papar Fajar.
Pengolahan sederhana
Fajar menerangkan, sedikitnya ada 6 langkah pengolahan tepung
tulang ikan yang cukup mudah dilakukan oleh masyarakat. Peralatan yang
digunakan pun sederhana.
Pertama, tulang ikan yang diperoleh dari industri pengolahan ikan
dibersihkan dari kotoran yang menempel dengan menggunakan air yang
mengalir. Kedua, dilakukan perebusan sampai daging atau lemak yang
menempel pada tulang ikan terpisah.
Ketiga, bila lemak serta daging tulang ikan jumlahnya telah berkurang maka dilakukan pelunakan tulang ikan.
“Proses pelunakan bisa menggunakan alat presto (pelunak tulang)
atau autoclave hingga tulang ikan sudah terasa rapuh. Proses pelunakan
diperkiraan memakan waktu 45-60 menit pada suhu 121°C,” ucapnya.
Keempat, setelah tekstur tulang ikan terasa lunak maka tulang
ikan dikeringkan. Proses pengeringan bisa dilakukan menggunakan oven
atau secara alami dibawah sinar matahari. 
Spesial Untuk Mu :  Sidang Gugatan Evi Novida Pada Presiden Jokowi Digelar Siang Ini, Eks Ketua MK Jadi Saksi
Kelima, bila kandungan air tulang ikan berkurang lalu masuk
tahapan pengecilan ukuran dengan cara menggiling dengan blender atau
mesin penepung (disk mill). Keenam, tahap paling akhir adalah proses
pengayakan supaya ukuran tepung seragam.
Aplikasi tepung ikan
Ia menuturkan, penerapan tepung tulang ikan bisa diaplikasikan ke
produk untuk menambah nilai kalsium. Misalnya bakso, biskuit atau roti
dengan takaran formulasi khusus. Dengan demikian, produk pangan yang
ditambahkan tepung tulang ikan menjadi kaya kalsium.
Dia menambahkan, bahwa seperti negara Jepang yang memiliki sumber
daya perikanan, negara itu sudah mampu menciptakan industri olahan
produk perikanan zero waste. Malah kabarnya, lanjut Fajar, penerapan di
Jepang sudah sejak lama. Artinya secara keseluruhan, bagian dari ikan
semuanya bisa dikelola untuk dimanfaatkan, termasuk tulang ikan.
“Kalau di Jepang bisa menjalankan demikian, rasanya Indonesia pun
mampu melakukannya sekaligus menambah penghasilan masyarakat,” tutup
Fajar. (*)