Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Gagasan AM Hendropriyono: Presiden RI Cukup Satu Periode, Tetapi 8 Tahun, Memangnya Kenapa??

Ketua DPN PKPI, AM Hendropriyono.
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan
Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono mengusulkan atau mempunyai gagasan  agar pemilihan
presiden dan wakil presiden delapan tahun sekali dan hanya menjabat satu
periode. Hendro menitipkan usulan ini kepada para bakal calon
legislatif PKPI jika lolos ke Senayan pada Pemilu 2019 mendatang. 
“Pemilu cukup sekali delapan tahun saja. Enggak usah lima tahun
sekali tapi bisa maju kembali,” ujar Hendro saat memberikan sambutan
dalam acara silahturahmi dan temu kader dengan tema “Mari Kita
Tingkatkan Soliditas Kader dalam Memenangkan Pemilu tahun 2019” di
Gedung Wijayakusuma, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (21/1/2018).
Menurut Hendro, pemilu lima tahun sekali tidak terlalu efektif dalam
mewujudkan program-program presiden. Pasalnya, meski presiden-wakil
presiden dipilih lima tahun sekali, tetapi masa menjabat biasanya hanya
empat tahun. Karena satu tahun disibukkan dengan persiapan pemilu. “Itu
buang uang saja. Tenaga juga banyak yang dihabiskan. Cukup delapan
tahun, tetapi enggak bisa maju kembali di periode berikutnya,” terang dia.
Jika pemikiran ini terwujud, kata Hendro, Indonesia selangkah lebih
maju dari Amerika Serikat (AS). Karena di negara tersebut kepala negara
dipilih empat tahun sekali, namun biasanya memimpin kembali pada periode
kedua. “Mereka biasanya dua kali empat tahun, berarti delapan tahun.
Tapi itu biasanya hanya efektif menjabat enam tahun. Karena dua tahun
sibuk dengan persiapan pemilu,” ucapnya.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini optimistis, jika
idenya terlaksana,maka pemerintahan akan berjalan lebih efektif dalam
menyejahterakan rakyat. “Jadi lebih efektif karena langsung memimpin
delapan tahun. Tidak lagi dipusingkan dengan urusan maju atau tidak
kembali di periode berikutnya,” tandas dia.
Untuk mewujudkan usulan ini, Hendro menargetkan perolehan kursi PKPI
di Pemilihan Legislatif 2019 minimal 27 kursi dan maksimal 49 kursi.
Karena itu, dia minta kader untuk bekerja keras agar menang pileg.
“Karena itu, cari bakal calon legislatif yang memang bisa menang. Mereka
tidak perlu bayar mahar politik, mereka gratis maju dari PKPI. Tidak
perlu cari yang punya modal, tetapi cari orang yang pasti menang,
seperti orang yang punya elektabilitas dan popularitas yang tinggi
karena ketokohan atau rekam jejaknya,” imbuh dia.
Meskipun melarang mahar politik, Hendro tetap meminta kadernya
mempersiapkan biaya pemenangan untuk menggerakkan mesin partai dan tim
suskes. Menurut dia, biaya pemenangan murni untuk kepentingan bakal
caleg tersebut, bukan membayar SK rekomendasi dari partai. “Dalam kaitan
dengan itu, PKPI juga fokus untuk enam daerah di Jawa, yaitu Jawa
Barat, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Namun, kita juga tidak mengabaikan daerah-daerah di luar Jawa,” tutur nya AM Hendropriyono dikutip dari beritasatu.

Baca Juga: Mantan Kepala BIN ini ‘Sebut’ Pemenang Pilpres 2019 Adalah Sosok Muda??

Sementara itu dalam sambutan penasihat dan pendiri PKPI Try Sutrisno, menambahkan  meminta kader-kader
PKPI mengawal cita-cita reformasi yang sudah diperjuangkan pendiri
partai. Menurut dia, cita-cita reformasi sudah mulai keluar dari
prinsip-prinsip dasarnya. “Kalian bisa memperjuangkan dengan memasukkan
sebanyak mungkin orang ke Senayan melalui Pileg. Karena itu, harus
solid, jaga persatuan dan kesatuan sehingga bisa menang di Pileg,” Pungkasnya Try Sutrisno. [*]

Spesial Untuk Mu :  Menhub RI ingin Kapal Asing Langsung Masuk ke Indonesia