oleh

Gerhana Bulan ‘SRIGALA’ akan Sapa Bumi Bulan Ini, nah! Apaan itu?

-Berita-1930 Dilihat
Ilustrasi gerhana bulan total

SriwijayaAktual.com – Para penggemar fenomena langit sepertinya tak boleh ketinggalan
peristiwa astronomi yang satu ini. Pada bulan pertama kalender 2019 akan
muncul gerhana Bulan total yang sedikit berbeda dari gerhana pada umumnya.

Fenomena
tersebut mendapat julukan Super Blood Wolf Moon. Lantas, apa yang
membuatnya mendapat nama samaran yang sedikit “menyeramkan” itu? Pada
dasarnya, Super Blood Wolf Moon adalah gabungan dari berbagai fenomena
Bulan di langit Bumi.
Kata “Super” mewakili supermoon, yaitu
peristiwa saat Bulan mengalami purnama sekaligus berada di titik
terdekatnya dengan Bumi, sehingga menjadi lebih besar dan terang.
Lalu, sematan “Blood” muncul karena warna Bulan akan menjadi
memerah seperti darah saat fenomena tersebut berlangsung. Hal ini bisa
terjadi lantaran bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan saat gerhana
terjadi.

Yang menarik tentu hadirnya kata “Wolf”. Ini bukan
berarti bentuk Bulan akan seperti serigala saat fenomena tersebut
menghiasi langit Bumi. Hal tersebut lantaran Super Blood Wolf Moon
bertepatan dengan purnama pertama di tahun ini. Di belahan Bumi sebelah
utara, purnama pertama tiap tahun sering disebut sebagai “wolf moon”,
karena serigala ramai-ramai melolong pada saat itu.

Super Blood
Wolf Moon sendiri akan tampak di langit Amerika Selatan, Amerika Utara,
serta sebagian daerah di sebelah barat Eropa dan Afrika. Sedangkan
kawasan lain di Afrika, Eropa, dan Asia akan melihat sebagian dari
gerhana tersebut.

Fenomena tersebut akan berlangsung mulai Minggu
(20/1/2018) malam waktu AS. Sedangkan puncaknya terjadi pada Senin
(21/1/2018) dini hari waktu setempat, sebagaimana detikINET kutip dari
NBC News, Senin (7/1/2018).

Sekadar informasi, gerhana Bulan
total tidak akan terjadi lagi di Bumi sampai 2021 mendatang. Lebih
spesifik, fenomena tersebut baru akan muncul pada 26 Mei 2021. [*] 

Komentar