oleh

GLEGAR !!!! Fadli Zon BONGKAR Kebohongan Ahok, “Ternyata Rusunawa Program Kementrian PU PR, Bukan Program Ahok!”

Rusunawa Tambora, di Jakarta (Net)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Penggusuran warga di DKI Jakarta yang terjadi pada era pemerintahan
Ahok mencapai titik puncak kekejian Pemprov DKI kepada warganya.

Dalam setiap penggusuran, Ahok menolak disebut menggusur. Ia selalu
mengklaim bahwa yang dilakukan Pemprov bukanlah menggusur namun
merelokasi agar warga tinggal di tempat yang lebih manusiawi di rumah
susun sederhana sewa (rusunawa) yang diklaimnya dibangun oleh Pemprov
DKI dengan dana APBD.

Namun  kemarin, Senin (26/9/2016), Wakil Ketua DPR Fadli Zon
menegaskan bahwa rusun yang selama ini diklaim Ahok milik Pemprov DKI
ternyata dibangun oleh Kementerian PU PR.

“Ternyata rusun Rawa Bebek dan rusun lainnya BUKAN program @basuki_btp
atau pemprov DKI, tapi program kementrian PU PR, dibangun dana APBN,”
tulis Fadli Zon via akun twitternya @fadlizon.
Menguatkan pernyataan Fadli Zon ini, Kementerian PU PR dalam situs resmi
mereka mengungkapkan bahwa pembangunan rusunawa Rawa Bebek difasilitasi
oleh Kementerian PU PR bukan oleh Pemprov DKI. Situs tersebut juga
menyebiutkan bahwa rusunawa Rawa Bebek ditujukan untuk menampung para
pekerja.

Berikut kutipan dari situs resmi kementerian PU PR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui
Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan akan menyiapkan fasilitas
lengkap dalam pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Rawabebek yang ada
di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Adanya fasilitas tersebut
diharapkan dapat membuat para penghuni di Rusunawa Rawabebek dapat
tinggal dengan nyaman.



“Kami akan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang lengkap agar
para penghuni di Rusunawa Rawabebek bisa tinggal dengan nyaman,” ujar
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif
Burhanuddin usai meninjau proyek pembangunan Rusunawa Rawabebek, Jakarta
Timur, Selasa, 15 Desember 2015.



Syarif menjelaskan, target utama penghuni Rusunawa Rawabebek adalah
para pekerja yang banyak bekerja di daerah kawasan industri Pulogadung
dan sekitarnya. Oleh karena itu, fasilitas yang disediakan pun merupakan
kebutuhan dasar untuk tempat
tinggal.


Dari data yang ada Rusunawa Rawabebek dibangun di atas lahan milik
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 21 hektar. Dibangun sebanyak enam
tower setinggi enam lantai dan setiap tower memiliki 125 unit kamar.



Setiap kamar nantinya akan diisi dua orang pekerja maka satu tower
Rusunawa akan menampung sebanyak 250 orang pekerja. Dengan demikian
dalam enam tower Rusunawa  diperkirakan dapat menampung sekitar 1.500
orang pekerja.

“Akhir tahun pengerjaan Rusunawa Rawabebek selesai dan bisa segera di
huni. Kalau tidak akhir tahun ya bulan Januari seluruh tower bisa
ditempati para pekerja,” terangnya.



Dari data yang ada di Satuan Kerja Penyediaan Rusun Ditjen Penyediaan
Perumahan telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan furnitur di
Rusunawa yang dibangun di pinggir Banjir Kanal Timur (BKT) tersebut.
Furnitur yang nantinya disediakan antara lain  tempat tidur tingkat,
lemari pakaian, meja dan kursi.



“Setiap unit Rusun nantinya dihuni oleh dua orang pekerja lajang.
Jadi furnitur yang disediakan untuk dua orang yakni tempat tidur
tingkat, lemari pakaian, meja dan kursi. Kamar mandi juga ada di dalam
unit Rusun,” terangnya.



Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, proses pembangunan Rusunawa
Rawabebek yang dibangun oleh Satuan Kerja Penyediaan Rusun Ditjen
Penyediaan Perumahan dan kontraktor pelaksana PT. Waskita Karya Persero
(Tbk) telah memasuki tahap akhir. Para pekerja tinggal melakukan
pembersihan lokasi serta memasukkan furnitur ke dalam setiap unit Rusun.



Selain itu, Rusunawa Rawabebek yang dibangun sebanyak enam tower
telah di cat dengan berbagai warna seperti merah, hijau, biru, abu-abu,
coklat, dan hitam membuat para pekerja dengan mudah mengenali lokasi
Rusun yang akan mereka tempati. Dibangun setinggi enam lantai, Rusunawa
Rawabebek juga dilengkapi dengan dua lift di setiap tower dan ruang
serbaguna, kios dan klinik kesehatan.



“Ada juga unit khusus bagi pekerja difabel di setiap tower Rusun.
Kamar mandi komunal dan fasilitas untuk ibadah juga ada. Lengkap
pokoknya,” ujarnya. 



Dengan demikian jelas bahwa Rusun Rawa Bebek dibangun TIDAK untuk
menampung korban gusuran, melainkan untuk menampung para pekerja lajang.

Bila rusun ini dimanfaatkan Ahok sebagai kompensasi untuk rumah warga
yang tergusur, maka hal ini sangat tidak tepat. Sebab di rusunawa warga
tetap harus membayar sewa. Di mana nilai kompensasinya?

Terbongkarnya kebohongan Ahok ini semakin mempersempit peluang Ahok
untuk memenangkan PilGub 2017 mendatang. Kemarahan warga terhadap
pemimpin pendusta yang kerap main klaim, akan menuai buah pahit, Ahok
hengkang dari Jakarta. (*).

Source, Portal Piyungan

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya