oleh

Gubernur DKI Jakarta Anies Curhat Sulit Lepas Saham Bir Karena Tersandung Kepentingan Politik

-Berita-253 Dilihat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Tyo)
Penjualan saham DLTA menjadi rumit ketika terbentur dengan kepentingan politik.

JAKARTA, SriwijayaAktual.comGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penjualan 26,25 persen saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) milik Pemprov DKI menjadi rumit ketika terbentur dengan kepentingan politik di DPRD DKI.
Anies menyatakan bahwa dirinya sudah bersurat terkait penjualan saham perusahaan produsen bir tersebut ke DPRD DKI sejak Mei 2018, namun belum ada tanggapan lebih lanjut dari DPRD.
“Nah kan kalau kita suratnya sudah
setahun dikirim. sudah setahun. Sejak bulan Mei tahun lalu sampai
sekarang belum ada ya itulah resikonya kalau politik, jadi rumit di
situ,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Selasa (5/3/2019).
Mantan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan itu mengaku masih berniat menjual saham tersebut karena hasil
penjualan saham dianggap lebih menguntungkan untuk warga Ibu Kota.
“Ya kita coba terus. Kita berniat
lakukan itu. Kita laporkan pada rakyat Jakarta bahwa wakil-wakil Anda
ingin tetap memiliki saham bir,” jelas Anies.
Anies melempar persoalan penjualan saham bir ke masyarakat Jakarta untuk menilai lebih baik dijual atau dipertahankan.
“Biar nanti keluarganya juga yang
ikut menyampaikan aspirasi kalau menurut warga memang sesuai aspirasi
wakilnya ya kita kan jalan terus, tapi kalau warga tidak setuju
sampaikan ke dewan, jadi dewan itu kan wakilnya rakyat,” Anies
menambahkan.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta
Prasetyo Edi Marsudi menolak rencana pelepasan saham Pemprov DKI Jakarta
di PT Delta Djakarta Tbk. Dia menilai kepemilikan saham itu tidak akan
merugikan pemerintah daerah.
Prasetyo justru mempertanyakan letak
kesalahan dari perusahaan tersebut. Karena menurutnya perusahaan itu
justru memberikan keuntungan bagi Pemprov DKI.
“Salahnya Delta tuh apa sih PT itu?
Saya tetap berprinsip, enggak ada yang merugikan untuk pemerintah
daerah, apalagi yang dikatakan setahun dapat (dividen) Rp 50 miliar,”
kata Prasetio kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat,
Senin (4/3/2019). [suara]

Komentar