oleh

Gubernur Sumsel Perintahkan Perusahaan Perkebunan Dirikan Posko Karhutla

PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com – Staf khusus  Gubernur Sumsel bidang penanganan bencana alam, H
Yulizar Dinoto, didampingi Plt Kepala BPBD Sumsel Iriansyah,  menegaskan,
bahwa setiap perkebunan yang ada di Provinsi Sumsel harus membuat posko
kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  di lokasi kebunnya.
“Yang punya kebun wajib membuat posko karhutla sesuai
dengan surat Gubernur Sumsel,” katanya ditemui di ruang kerjanya, Jumat
(19/8/2016).

Menurut Yulizar, berdasarkan surat Gubernur Sumsel
Agustus 2016  tentang pendirian posko Karhutla di areal perkebunan pada
perusahaan-perusahaan yang didukung Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dan
peralatan sesuai standar selama 24 jam dari Agustus sampai Oktober 2016.
Selanjutnya posko pemadaman kebakaran tersebut diberikan koordinat desa, kecamatan, dan kabupaten untuk dimonitor.

“Selama ini posko mereka di kantor, sekarang harus
 dipindahkan ke lokasi untuk secepatnya merespon kalau terjadi kebakaran
baik malam maupun siang, sebagian pembangunan posko Karhutla sudah
terealisasi,” kata pria yang juga Wakil Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan (Sumsel) ini.

Jika perusahaan perkebunan tidak membuat posko karhutla
tersebut menurutnya sangsi akan diberikan oleh kepala Dinas Perkebunan
dan Holtikulturan Sumsel.
“Berarti tingkat kewaspadaan kita kurang di bawah, kalau
ada dibawah kita waspada itu sudah di instruksikan melalui surat
Gubernur,”Tandasnya Yulizar.
       
Sedangkan Wakil Ketua Komisi II DPRD
Sumsel,  H Budiarto Marsul,  menilai sulit untuk zero asap walaupun
pemerintah sudah menekankan zero asap di Sumsel,” Kita harapkan
pemerintah agar fokus lagi berusaha meningkatkan kemampuan yang ada agar
titik api tidak menyebar yang penting bisa di minimalisir,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumsel sudah berupaya semaksimal
mungkin dan DPRD Sumsel sudah mengeluarkan Perda Karhutla,” Kita
harapkan ini menjadi panduan dalam mengurangi Karhutla di Sumsel,
pokoknya setiap orang terutama pemilik kebun dan lahan harus menjaga
lahannya , kita mengharapkan pemerintah supaya kali ini sangsinya
benar-benar diterapkan bagi pelanggar.”Tandasnya Budi. 

Sebelumnya Kapolda Sumsel,  Irjen Pol Joko Prastowo, 
mememastikan kalau Provinsi Sumsel sangat serius dalam penanganan
kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kita sampaikan kepada seluruh masyarakat agar tidak
membakar lahan. Kalau masih juga terjadi pembakaran, kita akan lakukan
proses hukum. Itu kalau oleh masyarakat. Tapi kalau kejadian lahan oleh
alam, oleh cuaca, karena gesekan, kita berupaya secara terpadu sejak
awal, sejak dini kita melakukan pemadaman bersama. Dan Alhamdulillah
Sumsel walaupun terjadi kebakaran, kita bisa atasi sampai saat ini,”
kata Kapolda usai mendengarkan bersama pidato kenegaraan Presiden RI,
Joko Widodo dalam rangka Memperingati HUT RI ke-71 dari giant screen di
ruang Sidang Paripurna DPRD Sumsel, Selasa (16/8/2016).

Mengenai perusahaan –perusahaan yang ada bukan lagi komunikasi.
“Sudah kita kumpulkan, kita ancam, sudah kita ingatkan, mereka
untuk berperan serta untuk menanggulangi mencegah kebakaran,” Tegasnya.  (#osk/BP).

Komentar