oleh

Gunakan Wifi Gratisan Ternyata Berbahaya lho guys!, koq Bisa?

-Berita-290 Dilihat
Ilustrasi
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Bagi Anda yang suka menggunakan WiFi gratis di
tempat umum sebaiknya berhati – hati. Pasalnya WiFi gratis itu
kemungkinan disusupi malware yang bisa mengeksploitasi data dalam
perangkat.
 
National Technology Officer Microsoft Indonesia Tonny Seno  mengatakan WiFi gratis ini merupakan salah satu metode pencurian data.
“Percuma password Facebook Anda sulit
hingga 16 digit kalau masih menggunakan WiFi gratis, maka password akan
sangat mudah dikoleksi sama orang,” kata Tonny usai acara Microsoft
Hybrid Cloud Summit, di Hotel Sheraton, Jakarta Selatan, Selasa,
(27/11/2018).
Ia mengatakan metode ini sangat mudah dilakukan peretas.
Peretas tinggal membeli perangkat Mifi. Kemudian SSID Mifi tersebut
dinamakan ‘WiFi gratis’ untuk menarik perhatian korban untuk mengakses
WiFi tersebut.
“Beli mobile WiFi, kemudian taruh di warung kopi dan namai
“internet gratis”, maka orang-orang masuk situ. Peretas tinggal bikin
tirus situs Facebook atau apa pun dan orang akan rebutan masuk sehingga
peretas bisa mendapatkan ratusan password,” jelasnya.
Tonny mengatakan dalam rantai keamanan siber, manusia adalah
celah keamanan yang selalu dimanfaatkan peretas. Menurutnya, sebagus
apapun perangkat keras atau lunak yang dipakai untuk mengkal ancaman
malware, pasti akan bobol jika literasi digital rendah.
Oleh karena itu, Tonny menekankan pentingnya literasi digital agar manusia tidak lagi dipandang sebagai celah keamanan digital. 
“Manusia adalah celah keamanan, apalagi yang literasinya yang
rendah. Banyak perusahaan yang cukup maju, melatih seluruh karyawannya
dari bawah sampai paling atas tentang literasi digital, untuk memastikan
setiap orang paham,” imbuhnya.
Tonny juga menjelaskan ada metode peretas yang khusus mengincar
individu atau perusahaan tertentu. Ia mengatakan metode ini disebut
dengan Spear Phising.
Metode ini memungkinkan peretas mengetahui struktur organisasi yang diincar sebelum melakukan aksi penyerangan.
“Spear Phishing yang ditargetkan ke organisasi tertentu. Jadi
hacker harus mengetahui struktur organisasi seperti pimpinannya,
bawahannya siapa. Kemudian, hacker membuat email berisi malwre dan
mengirimkannya ke karyawan seolah-olah dikirim oleh pimpinan,” ucapnya.
(ak/cnn.I)

Komentar