oleh

Hahahaha … Balapan Traktor di Sawah

-Berita-221 Dilihat
PONOROGO-JATIM, SriwijayaAktual.com Balapan motor atau mobil di sirkuit mungkin sudah
menjadi hal biasa. Tapi kalau balapan traktor di tengah sawah, mungkin
pemandangan langka dan pasti seru. Berikut liputannya.
Hujan yang mengguyur Ponorogo dan sekitarnya, tidak membuat petani di
Desa Bangunrejo Kecamatan Sukorejo menggurungkan niatnya untuk
mengikuti lomba balap traktor. Bahkan di antaranya rela tidak pergi ke
sawah demi adu kekuatan balap traktor.
Mereka tetap nyemplung ke sawah tapi bukan bekerja. Namun merasakan
serunya balap traktor ditengah-tengah sawah yang berlumpur. Tidak
tanggung-tanggung yang mengikuti lomba balap ini 32 petani.
Dari awal bertarung, banyak petani yang sulit mengendalikan traktor.
Bahkan diantaranya yang harus rela jatuh bangun ketika melewati medan
yang licin.
Jatuhnya peserta lomba tentu membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Mereka juga mengabadikan momen langka tersebut.
Sorak soray juga menyambut ketika peserta sampai garis finish. Pun
jika ada peserta didiskualifikasi penonton tanpa dipandu langsung
mengatakan ‘huuuu’. “Iya nih, medannya licin banget. Habis hujan
seharian. Tapi tak apa, lumayan lah bisa untuk hiburan,” kata salah satu
peserta Widodo kepada wartawan seusai ikut lomba balap traktor.
Widodo mengatakan sengaja tidak ke sawah demi lomba ini. Selain seru, hadiahnya cukup menarik yakni kambing.
Dia pun mengaku latihan khusus agar menang. Dia mengatakan
menghabiskan waktu sampai dua pekan berlatih. “Saya sekitar dua pekan
berlatih, biar bisa menang. Jadi saat ke sawah sambil latihan balap
traktor,” tambahnya.
Namun, panitia melarang petani membawa traktor sendiri. Panitia
sengaja menyediakan dua traktor yang digunakan. Alasannya agar tidak ada
kecurangan antar peserta. “Jadi memang kami sengaja menyediakan
traktor. Kekuatan traktornya sama, tidak ada yang direkayasa,” kata
Salahudin Alayubi, salah satu panitia.
Dia menjelaskan sebenarnya balapan traktor ini mengandalkan skill
dalam mengemudikan mesin yang biasa digunakan. Sekaligus pemacu semangat
petani setempat untuk tetap menggarap sawahnya. “Jadi ketika menggarap
sawah, mereka ingat pernah ikut perlombaan balap traktor. Bersaing
dengan temannya, tapi sambil tertawa,” terangnya.
Sementara diakhir lomba balap traktor juga diadakan tangkap bebek di
atas lumpur. Untuk pesertanya diikuti oleh anak-anak desa setempat. (*).

Sumber, Berita Jatim 

Komentar