oleh

Hamil 7 Bulan Tetap ngecroOT dan Orgasme Sebabkan Bayi Prematur?

loading...
Ilustrasi

SriwijayaAktual.com – Sebagian ibu hamil
enggan melakukan hubungan seks lantaran takut melukai janin dalam
kandungan. Tak sedikit juga yang menganggap bercinta saat hamil bisa
menyebabkan bayi lahir prematur.

loading...

Dijelaskan dr.Fredrico Patria, Sp.OG, dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal,
ibu hamil enggak perlu khawatir karena bercinta tidak akan menyakiti
janin dalam kandungan. Bahkan, tak sedikit ibu hamil yang bisa melakukan
hubungan seks hingga mendekati persalinan.

“Kantung ketuban dan otot-otot rahim yang kuat akan melindungi bayi ibu.
Lapisan lendir tebal yang menutup leher rahim juga membantu menjaga
bayi dari infeksi,” jelas Fredrico.
Namun, Fredrico meyakini, ada beberapa kondisi ibu hamil yang tidak
diperbolehkan melakukan hubungan seks. Seperti dipaparkan dr.Boy Abidin,
Sp.OG(K), dalam program dr.Oz Indonesia Trans TV, berikut lima kondisi ibu hamil yang tidak disarankan melakukan aktivitas seksual.

1. Riwayat keguguran

Kalau
memiliki riwayat keguguran di kehamilan sebelumnya, tidak disarankan
melakukan hubungan seksual, terutama di trimester pertama.

2. Pendarahan atau flek

Ibu
hamil yang mengalami pendarahan atau flek pada vagina tidak disarankan
berhubungan intim, karena dikhawatirkan memicu pendarahan lebih banyak.

3. Plasenta previa

Kelainan letak plasenta, di
mana plasenta menutupi jalan lahir. Kalau melakukan hubungan seks,
dikhawatirkan terjadi pendarahan karena sentuhan dengan area plasenta.

4. Ketuban pecah dini

Saat ibu hamil mengalami pecah ketuban dini lalu melakukan aktivitas seks, ada risiko infeksi karena masuknya kuman.

5. Inkompetensi serviks

Jalan
lahir bayi lemah, atau membuka sebelum waktunya. Jadi kalau melakukan
hubungan seks dalam kondisi ini, bisa memicu kelahiran prematur.
“Di
luar kondisi kelainan itu semua, ibu hamil boleh melakukan hubungan
seks sejak awal kehamilan sampai menjelang persalinan, selama ibu dan
suami nyaman,” terang Boy.
Lantas, bagaimana kalau ibu hamil 7
bulan melakukan hubungan seks dan mencapai orgasme? Katanya, bisa memicu
bayi lahir prematur?
Fredrico menjelaskan, “Orgasme mungkin bisa menyebabkan kontraksi ringan, namun sifatnya sementara dan tidak berbahaya.”
Jadi, ibu hamil enggak perlu cemas dan menahan hasrat bercinta ya. Kalau belum yakin dan khawatir hubungan seks dan mencapai orgasme menimbulkan gejala komplikasi, Fredrico menyarankan ibu hamil konsultasi dengan dokter kandungan. (muf/rap/detik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed