oleh

Hasil Mediasi antara Buruh, Perusahaan “PT FGS & PT SAP” dan Pemerintah

Foto Bersama Usai Mediasi (21/2/2017)

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Mediasi antara PT Fajar Gelora Semesta
(PT.FGS)  dan PT Sinar Alam Permai (PT.SAP)  dengan pihak perwakilan
dari pekerja atau sopir yang tergabung dari Aliansi Pengurus Komisariat
Federasi Serikat Buruh (DPC FSB Nikeuba), di ruang Rapat Disnaker Kota
Palembang, Sumsel, Selasa (21/2/2017),  membahas terkait permasalahan
tuntutan pekerja Supir  PT.SAP  dan pihak PT PT. FGS.

Mediasi
dihadiri dari pihak perusahaan PT.  FGS, perwakilan pihak PT. SAP, 
perwakilan dari pekerja atau sopir, perwakilan dari Disnaker Kota
Palembang, dan perwakilan dari Disnaker Provinsi Semsel.

Adapun
tuntutan dari pihak pekerja atau sopir dalam mediasi, Pertama, Menuntut
pihak Disnaker setempat  sebagai  intansi yang bertanggung jawab
dibidang tenaga kerja, untuk menyelesaikan kejelasan hak–hak pekerja.
Atau buruh selama masa kerja di PT. SAP sebelumnya dialihkan ke pihak
PT. FGS.

Kedua, Menuntut pihak PT. SAP  dan pihak PT. FGS untuk 
bertanggung jawab secara hukum terhadap dugaan tindak pidana yang 
dilakukan oleh perusahaan.

Ketiga, Meminta kepada perusahaan
supaya  memberikan jaminan kepada pekerja setelah melaksanakan mogok
kerja,  tetap bekerja seperti semula,  tidak ada diskriminasi terhadap
pekerja yang melaksanakan mogok kerja.

Keempat, Meminta kepada perusahaan untuk  membayarkan kekurangan upah dan kekurangan THR selama masa kerja di PT. SAP.

dan Kelima, Meminta kejelasan peyelesaian hak-hak pekerja atau buruh selama
masa kerja di PT. SAP sebelum dialihkan hubungan kerjanya ke pihak PT.
FGS

Dalam mediasi tersebut,  semua pihak yang hadir melakukan mediasi
meyampaikan tanggapan atau  pendapatnya masing-masing, dan menghasilkan
kesepakatan atau hasil sementara, diantaranya: Pertama,  Mogok
dihentikan sampai dengan hari Sabtu 25 Februari 2017 dan mulai berkerja
kembali sesuai jabatanya pada hari Senin 27 Februari  2017.

Kedua,  Pihak perusahaan tidak melakukan tindakan dalam bentuk apapun terhadap karyawan yg melakukan aksi mogok kerja. Ketiga
Tuntutan hak-hak  pekerja tentang perpindahan kerja dari PT. SAP ke PT.
FGS untuk kekurangan pembayaran upah, masa kerja dan THR  akan
diselesaikan melalui mediasi

Keempat,  Terhadap tindak Proses kasus hukum di PPNS di Disnaker Provinsi Sumsel merupakan wewenang PPNS. Kelima, bahwa  Pada 27 Februari 2017, di ruang rapat Disnaker Kota Palembang akan dilakukan  mediasi lanjutan. Dan Keenam,  Untuk hasil Mediasi  ini,  akan disampaikan kepada Walikota Palembang. (Art)

Komentar