oleh

Heboh! Soal Tol Jembatan Suramadu, Hanura sebut SBY Ingin jadi Pahlawan dan Sudutkan Megawati

-Berita-640 Dilihat
Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan penjelasan terkait sempat terhentinya pembangunan tol jembatan penghubung Surabaya-Madura (Suramadu). Menurut SBY pembangunan saat itu terhenti pada masa kepemimpinan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir
menilai SBY sedang baper karena mendengar tarif tol Suramadu
digratiskan. Inas mengatakan SBY hanya ingin menyudutkan Megawati.
“Pernyataan SBY tersebut cenderung ingin menyudutkan Megawati bahkan
ingin menonjolkan dirinya sebagai pahlawan,” kata Inas melalui
keterangannya kepada media merdeka.com, Selasa (30/10/2018).
Dia menjelaskan jembatan Suramadu mulai dibangun pada tanggal 20
Agustus 2003 di era Megawati. Namun pembangunan itu mangkrak setelah dua
bulan SBY dilantik pada Desember 2004 sampai dengan Maret 2005.
“Karena diduga SBY setengah hati melanjutkan proyek yang digagas oleh
pemerintahan Megawati dan menyerahkan sepenuhnya pembiayaan kepada
Pemda Jawa Timur,” ungkapnya.
Inas juga sempat menjelaskan skema pembiayaan pembangunan Suramadu.
55 persen anggaran ditanggung pemerintah dan pemda Jawa Timur, sedangkan
45 persen sisanya pinjaman dari China yang ditandatangani di era Megawati.
“Causway jembatan Suramadu sisi Madura dan sisi Surabaya dengan dana
APBN dan APBD mulai 2003, terhenti di bulan Desember 2004 dan dimulai
lagi pada bulan Maret 25 sampai dengan tahun 2008 dikerjakan 4 BUMN
Karya,” ucapnya.
“Approach bridge sisi Surabaya dan sisi Madura serta cable stay
bentang tengah dengan dana APBN dari LOAN CHINA, dikerjakan oleh
konsorsium china (CCC) dan konsorsium Indonesia (CIC),” jelasnya.
Sebelumnya, SBY meminta Presiden Joko Widodo menjelaskan alasan
menggratiskan tarif tol Jembatan Surabaya Madura (Suramadu). Menurut
dia, Jokowi dapat menjelaskan latar belakang menggratiskan biaya tol
yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura itu.
“Karena saya tahu sekarang timbul polemik pro dan kontra dari
masyarakat, Pak Jokowi bisa menjelaskan alasan beliau, mengapa biaya
khusus Jembatan Suramadu itu digratiskan,” kata SBY seusai acara temu kader Partai Demokrat se-DIY di Kulon Progo seperti dikutip Antara, Minggu (28/10/2018). (ak.merdeka)

Komentar