Heboh Video Santri Hancurkan Ponsel di depan Teman-temannya, Publik Bongkar Kerasnya Pendidikan di Ponpes

Sriwijaya Aktual – Pondok pesantren terkenal memiliki peraturan yang agak keras. Salah satunya Peraturan tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi.

Meskipun demikian, tak jarang santri yang berada di pondok pesantren tetap nekat membawan ponsel atau smartphone.

Di media sosial pun digegerkan dengan seorang santri menghancurkan ponsel dengan palu atau martil.

Video itu diunggah oleh akun Instagram @insta.nyinyir. Pada video itu, ponsel yang dihancurkan adalah smartphone merek Apple atau iPhone.

Santri yang masih mengenakan sarung dan kaos warna hitam itu terus memukul dengan martil meski sempat ragu saat hendak mengawalinya.

“Waduh. Dan terjadi lagi akibat tak ikuti peraturan,” tulis akun tersebut dikutip pada Minggu (25/12/2022).

Publik yang melihat video tersebut pun langsung merespon dengan memberikan komentar beragam.

“Tenang… Hp gt doank.. Nnti bs minta bli in bokap lg…. #kta si anak dlm hati. Peraturan bt di langgar biar greget,” tulis netizen.

“Peraturan…..peraturan….Selalu bilang peraturan…kenapa peraturan gak di kaji, misalkan di sita, trus dijual uangnya di sedekahkan… Ajarannya siapa/apa yg salah harus dihancurkan,” tulis netizen.

“Emg gt pesantren dl ank ku ke tahuan bw hp , hp nya disita tp di hak milikin sm pengurusnya trs ank ku digebukin lgs lah saya cus lapor polisi di datengin polisi lgs minta2 maaf apalgi pas saya ancem mau saya bawa media ke dlm lgs mohon2 smua pengurus sm ustad2nya kbykan lagu diksh lagu down kan anjxxxxxng yaa , iyalah minimal sita trs tlp lah org tuanya ga ush digitu2in apalagi mau dihak milik!” tulis netizen.

“Jauh lbih baik di sita smpai si anak selesay pndidikan di pesantren,lalu di.kembalikan lgi pd pemiliknya.dripda di rusakin,krn membelinya pun tidak murah.ksihan krja keras org tuanya utk bsa membelikan hp itu pd ank mrka. Manusia hrsnya smkin beragma smkin bijaksana.jgn mlah mnjdi arogan dgn dalih aturan.pdhal ms ada solusi lain yg lbih bijak,” tulis netizen.

“Byk cara baik lainnya kenapa hrs pakai cara Dajjal..sdh terbukti toh dgn bgtu Masi byk aj yg melanggar peraturan,” tulis netizen. [*suara]

Komentar