Henry Kissinger, Seorang Yahudi Peramal Kehancuran Israel Wafat

Henry Kissinger, Seorang Yahudi Peramal Kehancuran Israel Wafat

Sriwijaya Aktual – Diplomat senior Amerika Serikat (AS) yang juga mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) negara itu, Henry Kissinger, meninggal dunia pada Rabu (29/11/2023). Ia wafat dalam usia 100 tahun.

Kissinger merupakan salah satu Menlu yang paling fenomenal dalam sejarah AS. Menteri berdarah Yahudi-Jerman itu membuka kembali hubungan antara Washington dengan Beijing dengan taktik diplomasinya yang dikenal sebagai Ping Pong Diplomacy.

Mantan Presiden AS, Henry Ford menyebut Kissinger sebagai “menteri luar negeri yang super”. Ia menyebut Kissinger sebagai sosok dengan sifat keras kepala dan memiliki kepercayaan diri tinggi, yang oleh para kritikus lebih cenderung disebut sebagai paranoia dan egois.

“Henry dalam pikirannya tidak pernah melakukan kesalahan. Ia memiliki kulit tertipis di antara figur publik manapun yang pernah saya kenal,” usar Ford dalam wawancara tahun 2006.

Setelah menjabat, Kissinger sangat aktif mengomentari beberapa isu-isu global, bahkan hingga usianya sangat senja. Pada tahun-tahun terakhirnya, kehidupannya masih dipenuhi oleh upaya negara-negara lain untuk menangkap atau menanyainya tentang kebijakan luar negeri AS di masa lalu.

Di Juli 2023, ia mendadak ke Beijing, China, untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Ini terjadi saat hubungan antara AS dan China masih dalam titik yang panas.

Sementara itu, salah satu isu geopolitik yang pernah dibahasnya adalah eksistensi negara Israel, yang dianggap kontroversial karena mengusir bangsa Arab Palestina dari tanah airnya.

Pada 2012, Kissinger memprediksi negara Israel tidak akan lagi dalam 10 tahun ke depan atau lebih tepatnya pada tahun 2022. ini ia tuliskan dalam sebuah kolom di New York Post.

Ramalan yang disampaikan mantan menlu AS itu muncul pada saat terjadinya ketidakstabilan politik dan keamanan di Timur Tengah, di mana itu dipicu oleh serangan Israel terhadap Jalur Gaza.

Spesial Untuk Mu :  83 Orang Terkaya di Dunia Memohon Pajak Mereka Dinaikkan demi Bantu Pemulihan Ekonomi

“Dalam 10 tahun, tidak akan ada lagi Israel,” tuturnya.

Meski banyak yang memuji Kissinger karena kecerdasan dan pengalamannya yang luas, ada pula yang mencapnya sebagai penjahat perang atas dukungannya terhadap kediktatoran anti-komunis, khususnya di Amerika Latin.

Ia sendiri diketahui mendapat Nobel Perdamaian tahun 1973. Namun ini pun menjadi kontroversi, di tengah penolakan pemenang lain, Le Duc Tho dari Vietnam Utara, dan pengunduran diri dua komite Nobel karena terpilihnya Kissinger serta isu pemboman rahasia AS di Kamboja. (*)