Hmmmm .. Cantiknya Atlet-Atlet Berhijab di PON 2016, ‘JIka Berhijab Itu Tetap..Malah Semakin Cantik’, Kenapa Sungkan Berhijab??? ..

Berita30 Dilihat
BANDUNG-JABAR, SriwijayaAktual.com Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat dari 17 September  telah
usai digelar pada 29 September 2016 kemarin. Namun, ajang olahraga terbesar di
Indonesia itu masih menyisakan cerita menarik, terutama dari para atlet
berhijab yang bertanding. 
Banyak atlet PON khususnya wanita yang memakai hijab saat bertanding.
Selama ini, atlet berhijab kurang mendapatkan tempat untuk menunjukkan
keahliannya dalam bidang olahraga.
Mereka terganjal dengan aturan-aturan yang dibuat oleh induk olahraga internasional terkait pakaian dan norma agama.
Pada gelaran PON 2016, atlet wanita berhijab sukses mengukir prestasi
membanggakan bahwa daerahnya. Salah satunya, Tsania Arifianti, yang
mencuri perhatian saat berlomba di cabang wushu.
Memakai hijab tidak membuatnya kesulitan dalam memperagakan
jurus-jurus di arena pertandingan. Tsania sukses mempersembahkan medali
perunggu bagi Kalimantan Utara.
Dia berhak membawa pulang medali tersebut setelah mengumpulkan
poin 9,23 untuk jurus Taijijian dan 8,85 untuk jurus Taijiquan. Tsania
merupakan satu-satunya atlet Wushu berhijab pada PON.
Selain Tsania, masih ada beberapa atlet lain yang berhijab pada PON 2016.
Mahdiana Ferina Putri
Mahidana memperkuat kontingen Riau di PON 2016. Wanita yang akrab
disapa Diana ini merupakan atlet bola voli putri. Namun, sayang, dia
tidak bisa membawa Riau meraih medali setelah hanya mencapai semifinal.
Pada laga semifinal, Riau kalah dari Jawa Barat yang menyabet
kemenangan tiga set sekaligus. Pada set pertama Riau kalah dengan angka
10-25, set kedua kembali kalah dengan angka 8-25 dan set ketiga 12-25.
Tita Supita, Nur Alvita, dan Syarifah AR
Tiga atlet berhijab ini menjadi sorotan pada PON 2016. Atlet
Panjat Tebing DKI Jakarta ini sukses merebut medali emas setelah menjadi
yang terbaik dengan perolehan poin 3,51.
Ketiga membuktikan bahwa hijab bukan sebagai penghalang untuk meraih prestasi.
Lia Karina Mansur
Gadis 23 tahun ini turun pada cabang Taekwondo. Selain cantik,
Lia juga memiliki prestasi mengagumkan di level internasional. Pada PON
2016, ia mewakili kontingen Yogyakarta. 
Lia pernah mewakili Indonesia di ajang internasional seperti
lympic Game Qualification, World Championship dan SEA Games. Dia juga
menjuarai Bali Open International Taekwondo Tournament 2015.
Pada PON 2016, Lia sukses mempertahankan medali emas yang
direbutnya pada PON 2012 Riau. Medali itu ia dapatkan di kelas welter
(under 67 kg) putri setelah mengalahkan atlet Nangroe Aceh Darussalam,
Fadhlunna Khairunnisa. (Red/Rimanews).

Komentar