oleh

Holding BUMN Energi?, Tergantung Cadangan Pertamina dan PGN

-Berita-192 Dilihat
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Pemerintah saat ini tengah merampungkan
aturan holdingisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya
holding BUMN migas dengan menjadikan PT Pertamina (Persero) sebagai
induk usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk melalui proses akuisisi. 
Rencana akuisisi pun juga tengah dikaji untuk sektor lainnya. Bagimana perkembangan rencana akuisisi tersebut saat ini?
“Itu tergantung balanced-nya dan tergantung size dari cadangan yang mau kita ambil. Dari holdingnya berapa kuat tapi juga opportunity-nya berapa besar, kalau oppurtunity-nya
besar ya kita ambil 10 persen 20 persen, kalau kecil mungkin kita bisa
ambil sampai 60 persen,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Budi G Sadikin,
Jakarta, seperti dilansiir Okezone,  Selasa (6/9/2016). 
Sementara itu, untuk penguasaan aset, nantinya akan kembali
dibahas bersama berbagai perusahaan. Hanya saja, yang terpenting dalam
rencana holding ini adalah proses eksplorasi kegiatan. Utamanya adalah
untuk cadangan mineral pada sektor tambang. 
Tujuan awalnya kita ingin berpartisipasi lebih aktif di
penguasaan cadangan mineral Indonesia. Strateginya dua, antara kita beli
yang sudah ada sekarang atau kita eksplorasi baru cadangan mineral yang
ada tersebut,” jelasnya. 
“Dua aktivitas tersebut butuh capital advent yang besar,
biaya investasi yang besar, itu sebabnya kita butuh bentuk holding
supaya kita makin kuat untuk melakukan akuisisi atau eksplorasi,”
imbuhnya. 
Baca juga; Sri Mulyani Restui Holding BUMN
 
Kementerian BUMN pun masih menunggu terbitnya Peraturan
Pemerintah (PP) mengenai holdingisasi ini. Saat ini, harmonisasi program
holdingisasi telah dilakukan lintas kementerian.
“Sekarang kita tunggu PP-nya selesai. Tinggal sedikit lagi.
Pokoknya harmonisasi sudah dengan Kementerian terkait,” tutupnya. (*).

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya