Berita  

Indonesia-China Ingin Bekerjasama di Segala Bidang

GUIYANG-TIONGKOK, SriwijayaAktual.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan manusia dan Kebudayaan Puan
Maharani menginginkan kerjasama Indonesia-China di segala bidang dan
sektor kehidupan guna meneguhkan hubungan bilateral kedua negara agar
lebih kokoh. Kata dia, hubungan tersebut untuk membawa semangat baru
kedua negara untuk membangun dunia yang berkeadilan dan sejahtera bagi
umat manusia.
Hal itu disampaikan Puan dalam pidatonya pada Pertemuan Tingkat Tinggi Kedua bidang Hubungan Antar-Masyarakat (High Level Meeting People-to-People Exchange Mechanism),
di Guiyang, Tiongkok, Senin malam (1/8/2016). “Perkuatan hubungan
antar-masyarakat RI-RRT membawa semangat baru kedua negara untuk
membangun dunia yang berkeadilan dan sejahtera bagi umat manusia,” kata
Puan seperti dikutip Antaranews. Ini merupakan pertemuan kedua yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2015 lalu.
Menteri
Puan melaporkan, hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok bidang politik,
ekonomi maupun sosial budaya berkembang sangat pesat. Ia mengungkapkan
dalam kurun waktu enam tahun terakhir, sebanyak 60 kesepakatan kerjasama
Indonesia-China ditandatangani. Tidak kurang dari 20 di antaranya
merupakan kerja sama dalam kerangka hubungan antar-masyarakat (people-to-people exchange).
“Saya
yakin bahwa pertemuan kedua ini merupakan sarana yang tepat untuk
melanjutkan upaya bersama dalam mengawal kemajuan yang telah dicapai,
sekaligus menggali potensi kerja sama di bidang hubungan
antar-masyarakat (people-to-people exchange) dan sosial budaya.
Khusus di bawah koordinasi Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,
saya sependapat perlunya memperkuat kerja sama bidang pendidikan, ilmu
pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, industri kreatif (media),
kesehatan, pariwisata, kepemudaan, dan olah raga. Saya yakin
bidang-bidang kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua
negara”, paparnya.
Tak hanya itu, Menteri Puan juga menginginkan
kerjasama Indonesia-China melakukan penandatanganan sejumlah dokumen
perjanjian bilateral di bidang pendidikan, kebudayaan, sains dan
teknologi serta kehutanan. Dilaporkan, khusus mengenai perjanjian di
bidang kehutanan, utamanya terkait dengan upaya mendatangkan giant panda ke Indonesia. Dokumen-dokumen perjanjian dimaksud adalah letter of intent
(LoI) antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Kementerian
Kebudayaan China mengenai pembentukan pusat kebudayaan secara timbal
balik atau resiprokal. Selanjutnya, perjanjian antara Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Administrasi Kekayaan Budaya China di
bidang promosi dan pelestarian kekayaan budaya. (*).

Spesial Untuk Mu :  BI Apresiasi Penukaran Dolar AS Berhasil Perkuat Rupiah