oleh

Indonesia Dapat Utang Rp 15 Triliun dari Bank Dunia untuk Penanggulangan Bencana

-Berita-210 Dilihat
Foto: Hendra Kusuma

NUSA DUA-BALI. SriwijayaAktual.com – Bank Dunia (World Bank/WB) berkomitmen untuk memberikan pembiayaan atau
pinjaman kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung proses
rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah
(Sulteng).
Chief Executive Officer Bank Dunia, Kristalina
Georgieva menyebutkan pembiayaan tersebut sebesar US$ 1 miliar, atau
sekitar dengan Rp 15 triliun (kurs Rp 15.000)
“Pada hari Jumat
saya mengunjungi kota Palu di Sulawesi bersama Wakil Presiden Jusuf
Kalla. Sangat menyedihkan melihat kehancuran dan mendengar kisah-kisah
mereka yang terdampak,” kata Kristalina di Sofitel Luxury Hotel Nusa
Dua, Bali, Minggu (14/10/218).
Pembiayaan itu juga akan disertai dengan hibah senilai US$ 5 juta
sebagai bantuan teknis di bidang perencanaan. Dana hibah ini juga untuk
memastikan bahwa proses rekonstruksi berjalan baik.
“Upaya
bantuan cepat pemerintah sangat kuat dan mengesankan. Karena kami
memasuki fase rekonstruksi, kami menyediakan dukungan hingga US$ 1
miliar,” jelas dia.
Bantuan yang diberikan Bank Dunia ini sudah
termasuk bantuan tunai kepada 150.000 keluarga miskin yang menjadi
korban bencana dalam jangka waktu enam bulan sampai satu tahun.
Bantuan itu juga termasuk modal pembangunan fasilitas publik seperti
rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan, jalan raya, hingga air bersih dan
sanitasi.
Bank Dunia baru-baru ini melaporkan kerugian atas
kerusakan fisik sekitar US$ 531 juta. Di mana terdiri dari sektor
perumahan sekitar US$ 181 juta, sektor non perumahan sekitar US$ 185
juta. Sedangkan infrastruktur sekitar US$ 165 juta.
Sementara
itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa
pemeritah Indonesia mengapresiasi perhatian dan dukungan seluruh
kalangan terhadap bencana yang terjadi di Indonesia.
“Pemerintah
menghargai perhatian dan dukungan masyarakat internasional pada saat
kami membutuhkan, termasuk dari World Bank Group,” ujar Sri Mulyani.
“Karena
memulihkan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat yang terkena
bencana alam adalah prioritas utama pemerintah,” tambah dia. (hek/das/detik) 

 

Komentar