oleh

Indonesia Perkuat Kerjasama Ekonomi Dengan Mesir

-Berita-237 Dilihat
Menlu Retno Marsudi bersama Menteri Kerja Sama Internasional Mesir Y.M Sahar Nasr

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi
dengan Mesir, menyusul peningkatan diplomasi ekonomi ke kawasan Afrika
yang menjadi prioritas pada 2017. 
“Untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, Indonesia dan Mesir
sepakat segera aktifkan kembali mekanisme bilateral komisi bersama
tingkat Menteri  yang terkahir terlaksana tahun 2007,” kata Menteri Luar
Negeri RI Retno LP Marsudi usai melakukan pertemuan bilateral dengan
Menteri Kerjasama Internasional Mesir, Sahar Nasr di Kairo, Mesir,
seperti dilansir laman resmi  Kementerian Luar Negeri, Selasa (6/2/2017). 
Saat ini, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Mesir untuk
Januari-Oktober 2016 mencapai US$ 1,23 Miliar. Ekspor utama Indonesia ke
Mesir antara lain minyak kelapa sawit, produk ban, benang, kopi, dan
spare part otomotif. Sedangkan investasi Indonesia di Mesir sampai
dengan 2016 mencapai sekitar US$ 50 juta. 
Retno dalam itu secara khusus meminta agar akses pasar bagi
produk Indonesia di Mesir dibuka secara lebih luas, karena tarif impor
berbagai produk Indonesia masih cukup tinggi. 
“Kita harus mencari mekanimse bilateral yang dapat menurunkan tarif bagi produk Indonesia di Mesir,” ujar Menlu. 
Dalam kaitan ini, Sahar Nasr menyambut baik langkah Indonesia
yang telah mengidentifikasi besarnya potensi Afrika saat ini. Sahar pun
sepakat untuk bekerja sama mendukung langkah Indonesia meningkatkan
kerja sama ekonomi dengan negara-negara di Afrika, termasuk Mesir. 
Baca Juga Ini; Investasi Eropa Ke Indonesia Sudah Capai US$ 13 Miliar
Dia
juga menyampaikan berbagai kesamaan kepentingan di bidang ekonomi antara
Mesir dan Indonesia, seperti perhatian terhadap UKM.   
“Peran UKM di perkonomian kedua negara sangat penting, yang harus
kita dorong agar mereka dapat manfaatkan berbagai peluang yang ada,”
ujar Retno. 
Sebagai persiapan pelaksanaan komisi bersama, kedua menteri
menugaskan para Dirjen untuk lakukan konsultasi bilateral pada April
2017, guna mengidentifikasi berbagai peluang dan hambatan teknis
dibidang ekonomi. Hasil dari pertemuan tersebut  akan menjadi dasar
kesepakatan untuk intensifikasi kerja sama ekonomi kedua negara
khususnya dibidang perdagangan. (RN)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya