oleh

Ini dia! 10 Rekomendasi Pertemuan Ulama dan Dai Internasional

-Berita-246 Dilihat

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Pertemuan Ulama dan Dai Internasional ke-5 menghasilkan 10
rekomendasi untuk ditindaklanjuti dalam melakukan gerakan dakwah Islam
di berbagai belahan dunia. Rekomendasi ini disampaikan dalam acara
penutupan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (6/7/2018) pagi.
Pertemuan
ini ditutup secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Tampak hadir juga Ustaz Abdul Somad, Ustaz Felix Siauw, dan Ustaz
Bachtiar Nasir. Sekretaris Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara, Ustaz
Jeje Zaenudin, mengatakan bahwa rekomendasi ini telah disepakati oleh
ratusan ulama dan dai dari 20 negara yang menjadi peserta.
Waketum
Persis ini mengatakan, dalam forum ilmiah internasional ulama dan dai
tersebut, para peserta telah membahas kondisi bangsa dan peran dakwah
saat umat Islam tengah menghadapi serangan-serangan keji dari luar dan
aliran-aliran radikal dari dalam.
Menurut dia, kondisi ini
mengharuskan para aktivis dakwah untuk mengerahkan energi dalam
mengimplementasikan dan menerjemahkan konsep-konsep Islam yang bersifat
teoretis ke dalam tataran praktis dan implementatif.
“Dalam rangka
untuk menyelamatkan umat Islam dari krisis yang menyelimutinya ini,
maka para peserta forum ini menyepakati untuk mendeklarasikan
keputusan-keputusan dan rekomendasi,” ujar Ustadz Jeje seusai membacakan
rekomendasi, Jumat (6/7).
Berikut 10 rekemendasi Forum Ilmiah Internasional ke-5 Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa:
1.
Menekankan pentingnya rahmat dalam Islam dan hidup berdampingan secara
damai dan harmoni antara Muslim dan non-Muslim dan bahwa cinta terhadap
kebaikan antarsesama merupakan hal yang baik, maka seharusnya tidak
menginginkan keburukan untuk dirinya sendiri dan orang lain.
2.
Untuk mencapai persatuan dan kesatuan di antara umat. Perlu berpegang
kepada Alqur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang komprehensif dan
terintegrasi yang sejalan dengan kaidah-kaidah ilmiah dan praktis yang
telah disusun oleh para ulama otoritatif dari masa ke masa.
3. Pentingnya membangun kemitraan kerja sama antara lembaga-lembaga
dakwah dengan berbagai lembaga-lembaga ilmiah dan pendidikan baik
pemerintah atau swasta, dalam rangka mencapai perdamaian, stabilitas,
kemajuan, pembangunan dan kemakmuran dalam naungan ridha Allah SWT.
4.
Meningkatkan peran strategis lembaga-lembaga dakwah dan kontribusinya
untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muslim di berbagai
bidang dan disiplin ilmu dalam rangka mewujudkan misi “khairu ummah” dan
“ummatan wasatha”.
5. Memperkuat posisi keluarga sebagai
institusi terkecil dan fondasi dasar bangsa dan negara, melalui
pendidikan dan pengembangan karakter yang mulia yang sejalan dengan
ajaran Islam yang hanif.
6. Mendorong para ulama dan dai untuk
melakukan revolusi penyampaian dakwah yang cepat dengan memanfaatkan
teknologi informasi (IT) dan media sosial sebagai media untuk
menyampaikan dakwah Islam yang berorientasi kepada budaya literasi.
7.
Mengingat Indonesia adalah negara Muslim terbesar dalam hal jumlah
penduduk, ia harus memainkan peran utama dalam menciptakan perdamaian
dunia melalui dakwah dan pendidikan yang didukung oleh kebijakan
pemerintah yang benar.
8. Karena Jakarta sebagai Ibu Kota Negara
memiliki berbagai keragaman agama, etnis, sosial, budaya, dan lain-lain,
maka setiap orang yang bekerja di bidang dakwah Islam harus mengambil
metode dan strategi yang dapat membina dan mempertahankan kohesi sosial.
9.
Memperkuat kedudukan Kota Jakarta sebagai pusat peradaban berbasis
dakwah dan pendidikan Islam di konteks nasional dan internasional.
10.
Membentuk panitia khusus untuk merealisasikan seluruh keputusan forum
multaqa ini dengan melibatkan semua unsur-unsur terkait. [AK] 

Komentar