oleh

ini Fakta Din Syamsuddin Mundur dari Utusan Khusus Presiden

-Berita-262 Dilihat
foto/dokumen: Presiden
Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) mempersilakan mantan
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (kanan) menyampaikan keterangan mengenai penunjukan
dirinya sebagai utusan khusus presiden, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin
(23/10/2017). Presiden Joko Widodo mengangkat Din Syamsuddin sebagai utusan
khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban.(ANTARA
FOTO/PUSPA PERWITASARI)

SriwijayaAktual.com BEREDAR foto Din Syamsuddin yang dilengkapi narasi bahwa pengunduran dirinya sebagai, Utusan Khusus Presiden
untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, karena dalam
rangka untuk menjaga netralitas di Pilpres 2019, dikarenakan ada suatu
kebohongan. 
Foto yang dilengkapi narasi itu diunggah oleh akun Khairul Usman (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213474232630705&id=1247522909).
Dalam postingan yang sudah dibagikan lebih dari 230 kali saat tangkapan
layar diambil, Usman menambahkan narasi sebagai berikut:
“#SobatWaras dan #PorosAkalSehat….Satu2nya jalan menghentikan
kebohongan dan janji2 palsu pak Jokowi adalah Pastikan Tanggal 17 April
2019, tidak memilihnya…! Dan kawal/pastikan #2019PrabowoPresidenRI…” 
Di foto Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
itupun juga terdapat narasi yang menyimpulkan, bahwa alasan Din mundur
sebagai Utusan Khusus Presiden karena dia mengetahui ada kebohongan.
Seperti berikut:
“Di depan Ribuan Alumni GONTOR, DIEN SYAMSUDIN sempat meneteskan air
mata. Beliau berkata: Saya keluar dari Utusan khusus Presiden dlm
masalah dialog Agama, karna saya tahu betul siapa orang2 dibelakang jkw,
saya tahu betul kebohongan-kebohongan mreka semua, kalo di 2019 ini
umat islam kalah, saya tak bisa bayangkan 2024 nanti islam masih ada
atau tidak.” 
Menurut Adi Syafitrah, salah seorang member grup FB Forum Anti
Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), konten yang dibagikan Ia Usman ini
merupakan konten disinformasi. “Konten yang salah,” ujarnya dalam laman
grup FAFHH, Rabu (6/2/2019). 
Karena, kata dia, pengunduran diri Din sudah banyak dimuat di
media online mainstream. Dalam pemberitaan itu, tak satupun yang
menyebutkan pengunduran Din sama seperti yang diposting Usman. 
Din Syamsuddin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana
Kepresidenan, Jakarta. Kedatangan Din untuk melaporkan pengunduran
dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Antaragama dan
Peradaban. 
Kedatangan Din diterima langsung oleh Jokowi. Pertemuan berlangsung
sekitar 30 menit. Ditemui usai pertemuan, Din mengatakan Jokowi telah
menerima surat pengunduran dirinya. Kepada Jokowi, Din menjelaskan
alasan pengunduran dirinya. 
“Alhamdulillah beliau dapat memahami maksudnya. Saya menyampaikan
alasan ini semata-mata untuk kebaikan, kemaslahatan, terutama penunaian
tugas dan kegiatan saya selama ini,” kata Din di Kompleks Istana
Kepresidenan, Jakarta, Selasa pada Desember 2018. 
Din menjelaskan, pengunduran dirinya dalam rangka untuk menjaga
netralitas di Pilpres 2019. Sebab, di luar tugasnya sebagai Utusan
Khusus Presiden, Din juga aktif memimpin berbagai organisasi. Di
antaranya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI hingga Ketua Dewan
Nasional Pergerakan Indonesia Maju. 
Din mengatakan, tiap-tiap organisasi tersebut memiliki anggota
yang terdiri dari ketua-ketua umum ormas Islam yang memiliki aspirasi
berbeda di Pilpres. “Belum lagi saya ikut juga memimpin Inter Religious
Council Indonesia, dewan agama-agama yang umat-umat berbagai agama itu
juga memiliki aspirasi berbeda,” kata Din. 
Alasan lainnya, Din kini juga Masih aktif secara struktural di
Muhammadiyah. Meski hanya menjabat sebagai ketua tingkat paling bawah,
tingkat ranting, Din menyatakan dirinya harus mengikuti garis organisasi
dan tidak terlibat politik praktis. 
Jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden, kata Din, justru akan
menghalangi upayanya membangun kebersamaan dari masyarakat majemuk di
berbagai organisasi. (wal/okezone)

Komentar