oleh

Ini Kata Instansi Terkait yang Bikin Data Kita Bocor ke Publik

-Berita-207 Dilihat
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh.

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kementerian Dalam
Negeri mengingatkan agar tidak mengunggah data atau file penting di
media sosial. Karena, hal itu sama saja dengan ‘menelanjangi’ diri
sendiri ke publik.
“Hati-hati. Jangan meng-upload dokumen penting
seperti NIK atau KK kita ke media sosial. Sekarang ini, kalau kita ketik
‘Kartu Keluarga’ maka dari Google akan keluar ribuan. Begitu juga KTP
Elektronik,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrulloh, di Jakarta, Rabu, (14/3/2018).
Menurutnya, perilaku masyarakat yang doyan show-off segala
sesuatu, termasuk mengunggah data pribadi, di dunia maya harus dikurangi
sebagai salah satu cara menekan jumlah penyalahgunaan data.
Pada
kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
Informatika Kominfo, Ahmad M Ramli menyebut, baik website maupun gambar
yang ada di Google Image, sudah diusahakan untuk dihapus oleh raksasa
teknologi itu. Tapi muncul kembali.
Ia mengungkapkan jika penghapusan kemunculan data pribadi di internet terus diusahakan. Kalau perlu, lanjut Ramli, harus di-takedown secepatnya.
“Kita sudah koordinasi dengan Dirjen Aptika Kominfo. Kita minta untuk di-takedown semua. Sudah dilakukan (takedown sebelumnya) tapi kemudian muncul lagi. Ini banyak sekali orang iseng,” keluh Ramli.
Selain itu, ia mengatakan kalau Kominfo juga bekerjasama dengan
Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti penyebaran data-data pribadi di
internet.
Kanit II Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber
Bareskrim Polri, AKBP Idam Wasiadi menuturkan, saat ini pihaknya sedang
melakukan tahap penyelidikan tentang penyebaran data kependudukan di
internet. 
Ia mengaku sudah mengantongi bukti-bukti yang diperlukan. Registrasi ini, menurut Idam, juga membantu Polri untuk men-tracking pelaku penipuan.
“Kemungkinan
modus penipuan lewat SMS atau telepon akan berkurangnya dengan
registrasi ini. Kita juga identifikasi ada yang lewat situs seperti
media sosial. Barang buktinya sudah kita amankan,” jelas Idam. [viva]

Komentar