oleh

Ini … Kronologi Penangkapan Yan Anton Ferdian Bupati Banyuasin oleh KPK RI

-Berita-205 Dilihat
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
menangkap tangan enam orang di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan
(Sumsel), Minggu, 4 September 2016. Salah satu orang yang turut
ditangkap adalah Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian. Yan Anton bersama
lima orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka suap ijon proyek
di Dinas Pendidikan Kab Banyuasin.
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan, berdasarkan hasil
pemeriksaan, awalnya Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian membutuhkan dana
Rp1 miliar untuk keperluan pribadi. Kemudian Bupati menghubungi Kepala
Bagian Rumah Tangga Pemkab Banyuasin, Darus Rustami untuk mencari dan
menanyakan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banyuasin, Umar Usman.
“Karena YAF (Bupati Yan Anton Ferdian) tahu betul di sana (Dinas Pendidikan) ada beberapa proyek,” kata Basaria.
Mengakomodir keinginan Yan Anton, Umar dan Kepala Seksi (Kasie)
Pembangunan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan
kab Banyuasin, Sutaryo menghubungi pengusaha atau Pemilik CV Putra
Pratama.
“Dalam hal ini, ada namanya disebut sebagai Pengepul bernama K
(Kirman) yang selalu menghubungi pengusaha untuk keperluan
pejabat-pejabat di sana, supaya dana Rp1 miliar yang dibutuhkan (Bupati)
diperoleh,” ujarnya menambahkan.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, akhirnya KPK menangkap Kirman,
Minggu, 4 September 2016, pukul 07.00 WIB, di Palembang.  “Setelah itu
KPK bergerak menuju kediaman Sutaryo dan menangkapnya pada Pukul 09.00
WIB,” kata Basaria.
Bersama dua orang yang ditangkap tadi, KPK kembali bergerak ke rumah
dinas Bupati Banyuasin. Namun saat itu masih ada acara pengajian dalam
rangka keberangkatan haji Bupati Banyuasin dan Istrinya. Usai pengajian,
KPK langsung mengamankan Bupati Yan Anton Ferdian, Darus Rustami dan
Umar Usman.
“Jadi dalam hal ini  sebelum eksekusi penangkapanya, KPK menunggu dulu hingga selesai acara pengajian tersebut,” kata Basaria.
Di waktu bersamaan, tim KPK di Jakarta mengamankan Zulfikar Muharam
pada pukul 12.00 WIB di sebuah hotel di daerah Mangga Dua, Jakarta.
Setelah dikumpulkan di Mapolda Sumsel, lima orang yang ditangkap di
Banyuasin, (4/9/2016) sekitar pukul 17:00 WIB,  langsung diterbangkan ke kantor KPK di Jakarta guna menjalani
pemeriksaan. Begitu juga dengan Zulfikar yang ditangkap di Mangga Dua,
Jakarta.  
Baca juga; KPK RI Tetapkan Yan Anton Ferdian Bupati Banyuasin Sebagai Tersangka
 
Dari beberapa lokasi penangkapan dan penggeledahan di sejumlah
tempat, tim satuan tugas KPK juga berhasil mengamankan sejumlah uang dan
bukti transfer.
Dari  tangan Yan Anton diamankan Rp299.800.000 dan US$ 11.200 atau
setara Rp150 juta. Selain itu dari Sutaryo disita Rp50 juta. Kemudian
dari tangan Kirman, penyidik menyita bukti setoran biaya haji ke sebuah
biro perjalanan haji yakni PT Turisina Buana sebesar Rp531.600.000.
“Transfer ini untuk keberangkatan bupati dan istrinya,” kata Basaria.
Menurut Basaria, uang Rp531.600.000 ditransfer ke biro perjalanan
haji pada tanggal 3 September 2016. Kemudian US$11.200 diterima Bupati
pada 2 September 2016 serta uang Rp299.800.000 diterima pada 1 September
2016.  (Red/mus/Viva).

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya