oleh

Ini Lho … Alasan PPP Kubu Djan Faridz Dukung Ahok-Djarot

-Berita-228 Dilihat
Romahurmuzy & Djan Faridz (Istimewa).
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikecam
menyusul pernyataan kontroversialnya soal ayat 51 Alquran Surat Al
Maidah dalam suatu kesempatan pertemuan dengan warga Kepulauan Seribu
beberapa waktu. Namun, di tengah protes umat Islam yang menilai Ahok
telah menista agama, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz
justru menyatakan dukungan untuk Ahok-dan Djarot Saiful Hidayat. 
Keputusan ini juga berbanding terbalik dengan PPP kubu Romahurmuzy
(Romy) yang sudah mengusung Agus Yudhoyono-Sylviana Murni. Ketua Umum
PPP hasil Munas Jakarta, Djan Faridz, membeberkan alasan partainya
memutuskan memberikan dukungannya kepada calon petahana.
Djan Faridz menyatakan, sikap partainya mendukung pasangan
Ahok-Djarot dilandasi alasan untuk kemashlahatan umat dan toleransi.
Kata dia, PPP sebagai partai Islam ingin menjadi jembatan antara umat
dengan pasangan Ahok-Djarot sehingga ketika mereka memimpin Jakarta,
kepentingan-kepentingan umat Islam dapat terwadahi. Adalah sebuah
langkah kontra produktif bila umat Islam menjauhi pasangan Ahok-Djarot
yang berpotensi besar memenangi Pilkada DKI 2017.
“Langkah DPP PPP melewati proses perdebatan di internal partai.
Dinamika internal partai membahas sekaligus merumuskan konsep pemimpin
Islam. Selalu ada asal usul, kondisi hingga dimensi waktu yang menyertai
pembahasan konsep kepemimpinan dalam Islam. Itjihad dan penafsiran atas
kepemimpinan seorang nonmuslim sudah banyak dilakukan,” ungkap Djan
Faridz beberapa waktu lalu, seperti dilansir rimanews (11/10/2016). .
Menurut dia, ada konsep Al Imamah dan Al wilayah, bahkan sampai
titik titik mana seorang nonmuslim bisa menjadi pemimpin. Sehingga
sampailah pada kesimpulan pemimpin daerah bukanlah pemimpin agama, Ahok
dalam hal ini adalah calon Gubernur, calon pelayan masyarakat.
Berdasarkan alasan ini pulalah, lanjut dia, sebuah partai dakwah ketika
itu memutuskan mendukung FX Rudi, calon nonmuslim untuk memimpi Kota
Solo, Jateng pada tahun 2010. Apalagi Ahok didampingi seorang muslim,
Haji Djarot Saiful Hidayat.
“Apalagi DPP PPP melihat kerja nyata Ahok-Djarot selama memimpin
Jakarta sedikit banyak sudah mengakomodasi kepentingan umat,” beber dia.
Dia juga mencontohkan program renovasi Masjid dan Mushola, program
mengumrohkan para pengurus masjid di seluruh DKI Jakarta yang tidak
pernah dilakukan oleh Gubernur sebelumnya. Dia juga menilai kepemimpinan
Ahok-Djarot banyak mengusung nilai-nilai ke Islaman sebagai Rakhmatan
Lil Alamin. DPP PPP Kubu Djan ingin memastikan program-program itu terus
berlanjut dan ditambah dengan program-program pro umat lainnya. Karena
itu, Ahok-Djarot harus didekati, bukan dijauhi, agar mereka mengerti dan
memahami kebutuhan-kebutuhan umat.
Karena itu, Djan menegaskan pihaknya akan menjalin komunikasi
dengan partai pengusung Ahok-Djarot khususnya dengan PDIP dan pasangan
calon. Komunikasi politik ini sekaligus sarana bagi DPP PPP yang
berinisiatif membuat kesepakatan bersama (kontrak politik) dengan
Ahok-Djarot. 
“Tentu saja kontrak politik itu berisi kesepakatan – kesepakatan yang menguntungkan dan bermanfaat bagi umat Islam,” tuturnya.
Djan juga berjanji akan mengajak Ahok untuk mengikuti acara di
tempat-tempat pengajian Al Quran dan membuat 300-an posko yang membawahi
RT/RW.
“Kita akan kawal Ahok dan secara ketat Inilah yang menjadi
jembatan dan kita yang akan menjelaskan ke umat Islam. Jangan sampai
umat Islam terprovokasi pada hal-hal yang tidak mempunyai dasar,” ucap
dia. 
Djan
Faridz
PPP Ambil Langkah Cepat untuk Kepentingan Umat
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz Humphrey
Djemat memastikan alasan dukungan ke Ahok-Djarot oleh Djan Faridz sudah
lengkap dan komprehensif. Humphrey menekankan alasan PPP kubu Djan
Faridz menyatakan mempertimbangkan untuk mendukung Ahok-Djarot, kata
dia, disitu terlihat ada masalah cukup substansial. Demi kepentingan
masyarakat khususnya umat Islam di DKI Jakarta. 
“Diperlukan kesepakatan bersama dan kontrak politik yang
ditangani kedua pasangan. Kita semua tahu, bahwa suasana di Jakarta
mulai memanas. Untuk itulah, toleransi supaya diketahui bersama,” kata
dia.
Humphrey melanjutkan, partainya yang berasaskan Islam secara
tegas mempertimbangkan mendukung Ahok-Djarot dengan pertimbangan yang
sangat kuat sekali. Bagaimanapun juga ia melihat bahwa Indonesia adalah
negara Pancasila mengakui keanekaragaman. Sehingga tidak boleh
membiarkan masalah ini terjadi.
“PPP mengambil langkah cepat untuk kepentingan umat. Diantara 3
calon yang ada saat ini, 2 calon yang ada sudah didukung parpol berwarna
Islam. Sementara Ahok-Djarot blm didukung parpol Islam. Kita tidak
boleh membiarkan ini terjadi. Jangan sampai ada dikotomi, Islam menang,
nonmuslim menang. Tidak boleh terjadi di negara pancasila. Ini adalah
kepentingan NKRI. Kenapa pilih Ahok-Djarot, menginginkan kehidupan yang
harmonis,” terang Humphrey.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen PPP kubu Djan Faridz Dimyati
Natakusumah mengemukakan keputusan yang diambil ini adalah keputusan
rapat. Dia berharap adanya dukungan PPP ini bisa menambah daya gedor
parpol Islam untuk memenangkan Ahok-Djarot. 
“Ini adalah urusan politik mudah-mudahan PPP tetap jaya dan berasaskan Islam,” sebutnya.
Masih kata Dimyati, keputusan itu dasarnya adalah toleransi dan
untuk kepentingan umat. Dimyati menghimbau agar para simpatisan PPP
menyatukan tekad untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot. Peristiwa ini
sama persis disaat memberikan dukungannya kepada Jokowi-Ahok pada waktu
itu.
“Ketua sudah membawa Jokowi dan Ahok ke Jakarta. Dan saya yakin
ini kepentingannya adalah untuk bangsa dan negara, dan Ahok bisa menata
Jakarta,” tandasnya.
PPP Sebut Dukungan Djan Faridz Perseorangan
Menyikapi dukungan Ahok-Djarot oleh PPP kubu Djan Faridz, PPP
kubu Romahurmuzy (Romy) yang sudah menyatakan dukungannya ke Agus H
Yudhoyono-Sylviana Murni pun ikut angkat suara. Sekretaris Jenderal PPP
Arsul Sani memastikan deklarasi tersebut sifatnya dukungan, bukan
mengusung. Selain itu, dukungan tersebut bukan mengatasnamakan partai
melainkan perseorangan.
“Kelompok itu adalah kelompok yang tidak bisa mengusung, kalau
mendukung boleh-boleh saja. Kalau mengatasnamakan partai ada
mekanismenya,” tegas Arsul.
Baca Juga ini; PPP Kubu Djan Faridz Deklarasi Dukung Ahok-Djarot Pilkada DKI 2017
Arsul menyebutkan ‎alasan partainya tidak mengusung Ahok-Djarot
lantaran tidak ada satupun konstituen atau segmen di dalam organisasi
PPP yang mengusulkan Ahok.
Apabila PPP memaksakan mengusung Ahok, menurut Arsul, partainya
akan kehilangan kepercayaan dari konstituen. Karena selama ini Partai
merupakan perwakilan suara akar rumput.
“Lalu kalau partai tidak ada yang mengusulkan kemudian DPP
membuat keputusan yang sementara tidak ada satu usulan pun, Ia (partai)
mewakili siapa sekarang ini,” pungkasnya. (*).

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya