oleh

Ini Lho … Bapak Tukang Pijat Yang Merambah Hingga Kawasan Asean

loading...
Go International: Ini pemijat dari Banyuwangi yang pasiennya merambah ke sejumlah negara di Asean. [Foto: rindy/bj)
BANYUWANGI-JATIM, SriwijayaAktual.com – Ismono (51)  asal Dusun Komis Wetan, Desa
Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim) terkenal sebagai
tukang pijat di daerahnya. Tapi, dia bukanlah tukang pijat seperti
biasanya.

Keahliannya dalam meluruskan setiap sendi dan
urat setiap pasien itu tak hanya terkenal di Banyuwangi, tapi sudah
hampir menyeluruh seantero negeri ini. Bahkan, akhir-akhir ini dia telah
merambah sejumlah negara di Asia Tenggara.

loading...

“Dalam sebulan
sekali juga mendapat panggilan tamu dari negara Singapore, Malaysia,
Thailand dan Brunei Darussalam untuk melakukan pijat dan terapi,”
katanya.

Tak hanya itu, bapak dua anak ini memang telah
menjalani profesinya sejak sembilan tahun lalu. Jika dihitung, ratusan
hingga ribuan tubuh manusia sudah pernah terjamah oleh tangan emasnya
itu.

Dia mengakui, gejala yang sering menjadi langganan pijatnya
yaitu pasien khusus gejala stroke. Konsep yang diambilnya yakni
menyembuhkan dengan cara cukup simple. Karena hanya menggunakan khasiat
air hangat. Tak hanya itu, setiap pasien tak perlu risau karena Ismono
tak meminta tarif setiap jasanya.

“Alhamdulillah atas pertolongan dan izin Allah, insya Allah diberi kesembuhan,” ujarnya.

Tidak hanya untuk penyembuhan stroke, terapi air hangat dipercaya juga
dapat memberikan rasa nyaman dan rileks pada anggota tubuh yang
mengalami otot kaku, tegang setelah beraktivitas ataupun berolahraga.

“Ada beberapa simpul-simpul anggota tubuh yang perlu relaksasi dengan
air hangat, sehingga tubuh akan terasa lebih nyaman,” jelasnya, seperti dilansir beritajatim (20/12/2016).

Tak sekadar menyembuhkan, tapi Ismono juga memberikan sejumlah saran
kepada pasiennya. Di antaranya, menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat,
dan bugar juga sebaiknya mengatur pola makan gizi seimbang, pola hidup
bersih dan sehat, dan berolahraga rutin.

“Kuasa Tuhan itu dapat berupa apa saja, obat paling mujarab yaitu puasa hari Senin dan Kamis,” tandasnya. [air/rin/BJ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed