oleh

Ini Penyebab Masih Sulitnya Penyaluran Arus Listrik Dibeberapa Daerah Provinsi Sumsel

Gardu Induk Listrik (Ilustrasi/Ist)

PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com – Masih sulitnya penyaluran aliran listrik ke sejumlah daerah terutama
pada kabupaten yang baru berkembang disebabkan belum adanya gardu induk
di empat kabupaten yang masih berkembang. Empat kabupaten tersebut yakni
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu
Selatan, dan Musi Rawas Utara.

Kepala Dinas Pertambangan dan
Energi Sumsel Robert Heri mengatakan, keberadaan gardu induk di empat
kabupaten itu sangat mendesak mengingat kebutuhan listrik yang terus
meningkat.

Dirinya menjelaskan, kapasitas listrik di Sumsel
sebenarnya tidak memiliki masalah karena dari pembangkit yang ada sudah
menghasilkan cadangan listrik sekitar lebih dari 500 megawatt (MW) yang
didistribusikan ke beberapa provinsi lain seperti Lampung, Bengkulu,
Jambi.

“Namun yang menjadi masalah adalah sistem kelistrikan yang
masih kurang andal. Gardu induk dan transmisi masih kurang. Oleh karena
itu, pemerintah akan terus membantu peningkatan sistem tersebut
terutama dalam hal penyediaan lahan,” ujarnya, seperti dikutip Beritapagi (25/7/2016).

Sementara itu, General Manager PT
PLN Wilayah Sumsel, Jambi, Bengkulu (WS2JB) Budi Pangestu mengatakan,
selama ini pasokan listrik keempat kabupaten tersebut di salurkan dari
gardu induk kabupaten terdekat.

“Seperti untuk kabupaten Empat
Lawang masih mengandalkan aliran listrik dari gardu induk di
Lubuklinggau dan Kabupaten PALI juga masih mengandalkan gardu induk yang
ada di wilayah Muaraenim. Padahal idealnya, satu gardu induk mencakup
area seluas 30 kilometer,” tuturnya.

Dalam dua tahun kedepan,
pihaknya merencanakan akan menambah delapan gardu induk baru untuk
mengisi kekosongan gardu induk di kabupaten tersebut. Pihaknya
menargetkan satu kabupaten setidaknya memiliki satu gardu induk.

Jika
satu gardu induk menangani cakupan yang terlalu luas, dirinya berujar,
dikhawatirkan saat gardu induk tersebut mengalami masalah akan lebih
banyak warga yang terdampak.

Budi menjelaskan, ada beberapa hal
yang menjadi penyebab keempat kabupaten ini berlum mendapatkan gardu
induk yakni kebutuhan beban yang dinilai masih dapat ditampung dengan
gardu induk yang sudah ada, dan biaya investasi gardu induk yang cukup
besar sehingga dibutuhkan perencanaan sebelumnya.

Satu gardu
induk setidaknya dibutuhkan investasi sekitar Rp 100 miliar. Walau
demikian, pembangunan gardu induk sangat diperlukan karena kebutuhan
listrik yang semakin besar dan juga target pelanggan baru yang harus
dipenuhi.

Dalam dua tahun kedepan, pihaknya akan membangun
delapan gardu induk masing-masing berkapasitas 60 mega volt ampere yang
akan disebar untuk mengisi daerah yang belum memiliki gardu induk dan
menambah gardu induk di daerah yang membutuhkan tambahan kapasitas
aliran listrik.

“Sebenarnya  pertumbuhan konsumsi listrik di
Sumsel belum setinggi di provinsi lain di wilayah Sumatera. Tapi
persiapan infrastruktur untuk penyaluran aliran listrik sangat
dibutuhkan agar tingkat rasio elektrisitas dapat ditingkatkan dari tahun
ke tahun,” jelasnya.

Per Mei 2016, pertumbuhan konsumsi listrik
di Sumsel sekitar 3.055.847 Kwh (kilowatt hour)  meningkat 5,8 persen
dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2.887.460 Kwh. Berbeda dengan
di wilayah utara sumatera seperti Sumatera Utara yang kebutuhan
energinya sebesar 8,1 persen ataupun Aceh yakni mencapai 14,3 persen.

Selain itu, Manager
Perencanaan PT.PLN WS2JB Abdul Mukhlis mengungkapkan, ada beberapa kendala
dalam pembangunan gardu induk ataupun transmisi antara lain belum
tuntasnya proses pembebasan lahan. Walau demikian koordinasi dengan
pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat proses pengadaan lahan
tersebut.

”Saat ini pembangunan transmisi ini masih on progres.
Hanya saja kendala yang ditemui masih seputar kesiapan lahan. Masih
banyak masyarakat yang enggan membebaskan lahannya. Baik itu karena
masyarakat yang tidak mau bebaskan lahan, pembayaran tak sesuai dan
sengketa lahan. Karena itu sangat diharapkan adanya bantuan dan
perhatian dari masyarakat ini. Kalau tidak segera dibangun transmisi
listrik ini, maka penyaluran listrik bisa terganggu,” jelasnya.(*).

Komentar