Inna lillahi…., Berhasil Kembangkan Benih Padi, Warga Desa Ini Malah Jadi Tersangka

Berita454 Dilihat

ACEH UTARA-ACEH, SriwijayaAktual.com – Munirwan, Kepala Desa Meunasah Rayeuk
di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, berhasil mengembangkan benih padi IF-8
yang telah berdampak positif terhadap petani di sejumlah desa di
kabupaten setempat.

Selama pengembangan benih IF-8, para petani berhasil melakukan adaptasi.
Benih itu dapat menghasilkan padi mencapai 11,9 ton per hektare. Dan
merupakan keberhasilan yang luar biasa karena belum ada varietas padi
yang mampu berproduksi sebanyak benih padi IF-8.

Atas keberhasilan pengembangan adaptasi dan inovasi benih padi IF-8,
Pemerintah Desa menetapkan benih padi IF-8 sebagai produk unggulan Desa
Meunasah Rayeuk melalui Peraturan Desa Nomor 05 Tahun 2018.

Namun yang dilakukan Munirwan ternyata dianggap ilegal oleh Dinas
Pertanian dan Perkebunan Aceh. Alasannya, benih itu tidak bersertifikat.
Akhirnya ia dilaporkan kepada Kepolisian Daerah Aceh dan sudah
ditetapkan tersangka atas penyaluran benih IF-8 yang tidak memiliki
sertifikat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan, mengaku mengamankan
Munirwan hanya untuk melindungi masyarakat dari hal-hal yang berpotensi
merugikan, seperti gagal panen dan sebagainya, akibat menggunakan bibit
varietas yang belum terverifikasi itu.

Dinas sudah mengingatkan Munirwan sebelumnya agar mendaftarkan bibitnya kepada Kementerian Pertanian sebelum diperdagangkan.

“Kalau dipakai sendiri, ya, silakan, tapi tidak boleh diperdagangkan,
peraturannya mengatakan begitu,” kata Hanan saat dikonfirmasi, Kamis, 25
Juli 2019. Dinas hanya meneruskan arahan dari Kementerian Pertanian
untuk mencekal Munirwan dan benih IF-8 yang dikembangkannya.

Ketua Komisi II DPR Aceh Nurzahri mengecam Kementerian Pertanian yang
melaporkan Munirwan karena kesuksesannya dalam berinovasi benih padi.
Seharusnya bukan ditangkap tapi diberikan pendampingan.

“Kami Komisi II DPRA mengecam ini, seharusnya masyarakat yang telah
berhasil mengembangkan inovasi pertanian sebaiknya didampingi dan
dibantu proses perizinannya, tidak langsung main lapor dan tangkap,”
ujarnya.

Nurzahri menduga ada faktor persaingan bisnis dalam perkara ini.
“Setelah saya konfirmasi ke sejumlah pihak, terutama masyarakat, setelah
produk benih IF-8 ini maju, banyak benih padi jenis lain jadi kurang
laku,” ujar politikus Partai Aceh itu. [vv]

Komentar