oleh

IPW Heran Gaji Polisi di Bawah UMP tapi Banyak yang Bergaya Hidup Mewah Layaknya Seorang Selebritas

-Berita-23 views
loading...
Ilustrasi

SriwijayaAktual.com – Internal Polri menerbitkan aturan soal larangan memamerkan kehidupan
gaya mewah atau hedonisme di media sosial. Hal itu tertuang dalam surat
telegram Kadiv Propam Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo nomor
ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVPROPAM. Aturan ini diteken pada 15 November
2019. 
Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane,
dengan gaji yang diterima anggota Polri dari negara, baik jajaran bawah
maupun atas, seharusnya mereka tidak bisa hidup mewah.
“Sebab jika dilihat dari struktur penggajiannya masih banyak anggota
Polri yang gajinya di bawah UMP (upah minimum provinsi) di Bekasi. Jika
gajinya saja masih di bawah UMP, bagaimana para anggota polisi itu mau
hidup mewah dan pamer kekayaan, terutama di medsos?” kata Neta ketika
berbincang dengan Okezone, Senin (18/11/2019). 
Tetapi, lanjut dia, dengan gaji seminim itu, kenyataannya banyak aparat
kepolisian yang bergaya hidup mewah layaknya seorang selebritas.  
“Tapi faktanya sangat banyak anggota Polri yang hidup mewah dengan gaya
hidup bak selebritas, dengan menggunakan mobil, pakaian, sepatu, arloji
bermerek. Dalam kasus bom di Thamrin misalnya, publik bisa melihat
dengan jelas ada sejumlah polisi yang memakai sepatu merek branded saat
tembak-menembak dengan teroris,” ungkap Neta.
Ia menambahkan, hal-hal yang menjadi pertanyaan, apakah gaji mereka
cukup untuk membeli sepatu bermerek tersebut, padahal gaji di bawah UMP
atau lebih rendah dari upah buruh pabrik?

Neta mengatakan, melihat kenyataan gaya hidup mewah sejumlah
anggota Polri itu patut saja publik berpikiran negatif dan menduga
hal-hal yang aneh terhadap anggota kepolisian.
“Dengan adanya TR (telegram) yang meminta semua anggota Polri harus
hidup sederhana ini menunjukkan bahwa ada sebuah keresahan di internal
kepolisian terhadap gaya hidup yang tidak wajar dari sebagian besar
anggotanya. Selain itu, ada rasa malu yang berkembang di internal Polri
terhadap sorotan dan kecaman masyarakat terhadap gaya hidup sebagai
besar polisi di negeri ini,” papar Neta.  
Di sisi lain, Neta berpandangan aturan tersebut sesuatu yang positif.
Tapi tidak cukup sampai di situ, pasalnya Propam harus berani pula
mendata dan mengungkap siapa saja anggota Polri yang bergaya hedonisme
dan selalu memamerkan kekayaan.
Kemudian, tambah dia, siapa saja anggota Polri yang memiliki kekayaan
luar biasa hingga melebihi penghasilannya. Sebab dari pantauan IPW,
cukup banyak anggota Polri, terutama para istri jenderal, yang suka
pamer kekayaaan dengan barang bermerek dan supermahal.

“Pertanyaannya, jika TR hidup sederhana itu tidak dipatuhi, apa
sanksinya? Beranikah TR itu menindak istri-istri jenderal yang kerap
bergaya hidup glamor dengan barang-barang branded berharga supermahal,”
tutur Neta. [*]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed