Jarang yang Tahu, 5 Negara Ini Sudah Dihapus Dari Peta Dunia, kok Bisa?

Berita1179 Dilihat
Peta Dunia/Ilustrasi

SriwijayaAktual.com – Setiap negara pasti wilayahnya tercantum di peta dunia sebagai bukti
bahwa negara tersebut eksistensinya diakui dunia. Namun ada beberapa
negara besar yang tidak dicantumkan di peta dunia karena beberapa
alasan.
Negara-negara tersebut dihapus dari peta dunia karena
sudah terpecah belah menjadi beberapa bagian dan ada yang dulunya
konflik saudara namun pada akhirnya bersatu kembali. Negara mana sajakah
itu? Berikut 5 negara yang sudah dihapus dari peta dunia.
1. Uni Soviet (1922-1991)
Di masa perang dunia, Uni Soviet adalah negara adidaya yang sangat
berkuasa. Negara raksasa ini punya persenjataan yang sangat canggih,
termasuk nuklir. Namun karena konflik, negara ini terpecah belah menjadi
15 negara yang berdaulat, salah satunya adalah Rusia. Tanda kehancuran
Uni Soviet terjadi saat runtuhnya tembol berlih pada tahun 1989.
2. Kekhalifahan Ottoman (1299-1922)
Kesultanan Utsmaniyah atau sering disebut Kekhalifahan Ottoman adalah
salah satu kerajaan Islam terkuat. Kekaisaran inilah yang mengakhiri
riwayat Kekaisaran Romawi Timur dengan menaklukan Konstantinopel pada
tahun 1453.
Pada masa jayanya, wilayah Kekhalifahan Ottoman
mencakup Maroko sampai Teluk Persia dan Sudan hingga Hungaria.
Kekhalifahan Ottoman di abad ke-16 sampai ke-17 di bawah pimpinan
Suleiman Al-Qanuni, Utsmaniyah adalah negara terkuat di dunia.
Namun kekaisaran ini terpecah belah menjadi beberapa negara bagian akibat modernisasi dan konflik internal.
3. Vietnam Selatan (1955-1975)
Vietnam dulunya bersatu, namun pada tahun 1954, Vietnam mulai
terpecah belah jadi dua bagian, yakni Vietnam Selatan dan Vietnam Utara.
Perang saudara antara Vietnam Selatan dan Utara pun pecah hingga
menyeret Amerika untuk terjun.
Pada tahun 1973, Vietnam Selatan mengakhiri perang saudara dan memilih bersatu dengan Vietnam Utara.
4. Tibet (1913-1951)
Tibet menjadi wilayah yang sudah ada sejak ribuan tahun silam dan
mendaulatkan diri sebagai negara pada tahun 1913 di bawah pengawasan
Dalai Lama. Namun pada 1951, akhirnya Tibet harus bergabung dengan China
saat pasukan Mao datang.
5. Jerman Timur (1949-1990)
Pasca Uni Soviet terpecah, banyak negara di Eropa Timur yang
meninggalkan paham ideologi komunis. Begitupun Jerman yang akhirnya
terpecah belah menjadi Jerman Timur dan Jerman Barat. Jerman Timur yang
dimiliki Uni Soviet berhaluan komunis, sedangkan Jerman Barat berhaluan
lberal-kapitalis.
Pemecahan tersebut ditandai dengan didirikannya
Tembok Berlin pada 1961. Gerakan penyatuan Jerman Barat dan Timur mulai
muncul pada tahun 1989. Pada akhirnya warga Jerman bergabung untuk
meruntuhkan Tembok Berlin. Setelah runtuhnya Tembok Berlin, Jerman pun
bersatu kembali. [*]

Komentar