oleh

“Jokowi-Ma’ruf Amin Tertinggal Jauh di Jawa dan Sumatera dari Prabowo-Sandi

-Berita-216 Dilihat
Foto/dok/istimewa

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih tertinggal dari calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pulau Sumatera. Hal itu terlihat dari hasil survei terbaru Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

Direktur
Utama Puskaptis Husin Yazid mengatakan Jokowi-Ma’ruf hanya menguasai
Lampung. Sementara itu, sembilan provinsi lainnya di Pulau Sumatera
dikuasai pasangan Prabowo-Sandi.

“Prabowo-Sandi mendapatkan 58,1
persen dan pasangan Jokowi-Ma’ruf 32,7 persen,” kata Husin di Hotel Ibis
Budget, Menteng, Selasa (29/1).

Hasil itu diperoleh setelah
survei terhadap 2.100 orang di 34 provinsi Indonesia pada 8-14 Januari
2019. Responden dipilih random sistematis dengan margin error sekitar 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Husin mengatakan Jokowi juga mulai kehilangan
suara empat provinsi di Pulau Jawa yakni Banten, Jawa Barat,
Yogyakarta, dan DKI Jakarta. Berdasarkan surveinya, Jokowi hanya
menguasai Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Namun, Husin tak
menyebutkan perolehan suara Jokowi di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta
Lampung yang menjadi daerah pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf.
Puskaptis hanya membeberkan hasil survei secara umum yang menunjukkan
bahwa Jokowi-Ma’ruf masih unggul dari Prabowo Sandi.

Meski
demikian Husin mengingatkan bahwa pasangan calon harus memastikan
perolehan suara mereka di Sumatera dan Jawa apabila ingin menjadi
presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Klaim Netral

Husin
menyatakan lembaga surveinya netral dan memaparkan hasil survei sesuai
dengan yang diperoleh di lapangan. Ia pun mencontohkan hasil surveinya
dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Saat itu, kata Husni, lembaganya berbeda
sendiri dengan lembaga survei lainnya yang hingga H-1 pencoblosan masih
menyatakan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menang.

Sementara itu, lembaganya menyatakan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang bakal terpilih dan itu terbukti kini.

“Jadi artinya ini bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Hal
ini disampaikan sebab lima tahun lalu, Puskaptis menjadi satu dari tiga
lembaga survei yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa melalui
perhitungan cepat dengan hasil hasil 52,06 persen.

Perhitungan
Puskaptis juga pernah keliru dalam Pilgub DKI Jakarta 2012. Saat itu,
Puskaptis merilis Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) akan mengalahkan
Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok) pada Pilgub DKI 2012.

Berdasarkan survei itu, elektabilitas
Foke-Nara mencapai 47,22 persen. Sementara itu, elektabilitas
Jokowi-Ahok dengan elektabilitas 15,16 persen.

Pada akhirnya,
Jokowi-Ahok terpilih memimpin Jakarta saat itu. Dalam putaran pertama,
berdasarkan perhitungan KPU, Jokowi-Ahok meraup suara 42,60 persen dan
Foke-Nara mengantongi 34,05 persen.

Dalam putaran kedua,
Jokowi-Ahok kembali unggul dengan 53,82 persen. Sedangkan pasangan Fauzi
Bowo-Nachrowi Ramli meraih 46,17 persen

Husin menyatakan setiap
lembaga survei memiliki metodologi masing-masing. Ia menegaskan setiap
survei dilakukan dengan metodologi ilmiah dan benar.

“Biaya dan independensi dilakukan. Kami tidak berafiliasi dengan kedua paslon. Ini pure kami lakukan beri pengetahuan kepada masyarakat,” tuturnya. (chri/wis/CNN.i)

   

Komentar