oleh

Kakak Randy, Korban Tewas Saat Demo di Kendari, Tolak Mentah-mentah! Tawaran Jadi PNS

-Berita-21 views
loading...

KENDARI-SULTRA, SriwijayaAktual.com – Fitriani Sali, kakak perempuan Randy
(21), mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) Kendari yang tewas tertembak
saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra),
Kamis lalu (26/10), mengaku ditawari akan dibantu menjadi pegawai negeri
sipil (PNS) oleh seorang polisi yang bertugas di Markas Besar Polri.

Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah olehnya. “Kemarin, sempat ada
polisi yang telepon, katanya dari Mabes Polri, namanya AKBP Wa Ode
Sarinah. Dia janjikan saya diangkat jadi PNS. Tapi saya tolak. Saya
tidak mau diangkat jadi PNS dengan menukar nyawa adik saya,” kata
Fitriani saat dijumpai wartawan, Kamis (31/10/2019).

“Selain itu, sekarang tes CPNS  sudah sulit, sudah online, jadi saya rasa itu tidak masuk akal,” sambung Fitri.

Selain menghubungi melalui telepon, Fitri mengaku beberapa orang  polisi
juga sering mendatangi kediaman orang tuanya di Desa Lakarinta,
Kecamatan Loghia, Kabupaten Muna. Kata Fitri, keluarga merasa tertekan
setiap kali polisi datang.

“Ada polisi sering datang di rumah, setiap mereka datang, orang tua saya
merasa tertekan. Bapak (La Sali) masih tidak terima anak laki lakinya
meninggal ditembak polisi. Jadi dia sebenarnya tidak mau bertemu
polisi,” katanya.

Pihak keluarga sampai saat ini terus berharap agar pelaku penembakan
segera ditangkap. “Bapak dan ibu saya, juga keluarga sangat berharap
kasusnya dibongkar, pelaku ditangkap, dan dihukum sesuai peraturan,”
pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini di-publish, Kepala Bidang Humas Polda
Sultra, AKBP Harry Goldenhardt, Jumat pagi (1/11) belum menjawab
konfirmasi kendarinesia soal tawaran jadi PNS ke Fitriani dari anggota
Polisi bernama AKBP Wa Ode Sarinah yang disebut bertugas di Mabes Polri.
[kumparan]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed