oleh

Kami Cek Ke SMAN 3 Dan 22, Sukmawati Tak Pernah Lulus SMA Disitu! Ijazahnya Palsu!

-Berita-12 views
loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Angggota KPU pada tahun 2008 lalu, I Gusti Putu Artha mengungkapkan
bahwa ia telah mendatangi dan mengecek ke SMA Negeri 3 dan 22 demi untuk
mengecek keabsahan ijazah yang dibawa-bawa oleh Sukmawati demi untuk
proses pencalegannya di Pemilu 2009.

loading...

Namun Putu kemudian memaparkan fakta mengejutkan bahwa pihak sekolah
secara tegas menyatakan Sukmawati ternyata tidak pernah lulus dari kedua
SMA tersebut!

Karena itu Sukmawati Soekarnoputri pada tahun 2008 telah diperiksa
Bareskrim Mabes Polri soal dugaan kuat pemalsuan ijazah SMA yang dia
lakukan.

Usai diperiksa selama kurang lebih enam jam dan memeriksa bukti yang
ada, Polisi tanpa ragu langsung menetapkan Sukmawati sebagai tersangka
kasus ijazah palsu.

“Dia jadi tersangka ijazah palsu,” kata Direktur I Keamanan dan
Transnasional Mabes Polri Brigjen Pol Badrudin Haiti saat dihubungi
wartawan, Kamis (13/11/2008).

Menurut Badrudin, dia diperiksa sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi.
Pemeriksaan baru selesai pada pukul 16.15 WIB. Sukma mengenakan pakaian
panjang dan langsung masuk ke dalam mobil Chevrolet warna silver.

Sukmawati dijerat dengan pasal 266 UU nomor 10/2008 tentang dokumen palsu.

Gilanya, bukan satu ijazah SMA yang dipalsukan oleh Sukmawati, tetapi
ijazah dua SMA sekaligus! Yaitu iazah SMAN 3 dan SMAN 22. Edaaan!

Angggota KPU I Gusti Putu Artha mengungkapkan hal tersebut setelah
melakukan pengecekan ke SMA Negeri 3 Jakarta pada Jumat (24/10/2008)

Awalnya, Putu mengaku mendapat laporan dari seseorang jika Sukmawati
yang mendaftar menjadi caleg menggunakan ijazah palsu dari SMAN 3
Jakarta.

“Hasilnya, bahwa berkas Sukmawati tidak ada legalisasi dari kepala
sekolah, tapi dalam berkasnya itu ada keterangan dari Kepsek bahwa dia
pernah bersekolah di SMA 3,” ujarnya.

“Setelah kita cek ke SMA 3, yang bersangkutan pernah datang untuk
meminta legalisasi tapi sekolah tidak bersedia memberikan legalisasi.
Alasannya, setelah dicari-cari dari dokumen di SMA 3 sama sekali tidak
ada datanya yang menyebutkan dia (Sukmawati) menyelesaikan sekolah di
SMA 3. Atas dasar itulah sekolah tidak bersedia melegalisasi,” papar
Putu.

Atas temuan ini, Putu menjelaskan masalah ini akan dibawa ke rapat pleno
KPU untuk dibahas. Total ada 13 caleg termasuk Sukmawati yang diduga
menggunakan ijazah palsu.

Putu menambahkan, ijazah SMA palsu lain yang dimiliki Sukmawati adalah
ijazah SMA Negeri 22 Jakarta. Informasi yang diperoleh KPU, ijazah itu
dipakai Ketua Umum PNI Marhaenisme itu ketika mendaftar caleg pada
Pemilu 2004 lalu

Ijazah itu, lolos verifikasi karena ada legalisasi dari kepala sekolah
SMAN 22. “Ternyata, di SMA 22 ada surat yang menyebutkan bahwa ijazah
tersebut atas nama orang lain,” jelas Putu.

“Dari sini saja ada keganjilan. Bagaimana bisa seseorang punya ijazah
SMA dalam setahun dua kali. Yang pertama, tahun ijazah yang dikeluarkan
pada tahun 1969 di SMA 22. Dan ijazah yang dikeluarkan tahun 1970 oleh
SMA 3,” ungkap Putu.”Ini persoalannya akan panjang.

Karena atas perintah undang-undang pelanggaran seperti ini akan
dilaporkan di kepolisian. Ini tindakan pidana pemalsuan dokumen,” tandas
Putu.Sementara Sukmawati yang dihubungi melalui telepon menolak
mengomentari temuan KPU tersebut. “Saya nggak mau jawab yang
konyol-konyol. Saya sedang rapat,” cetusnya sambil menutup telepon.

Sukmawati nekad melakukan pemalsuan ijazah ini terkait dengan ambisinya
untuk menjadi Caleg, padahal Sukmawati tidak pernah lulus SMA namun
hanya sekolah sampai Kelas 1 SMA saja.
Namun  anehnya kasus ini tidak pernah tuntas diusut sehingga mengundang
keprihatinan masyarakat, karena pemalsuan ijazah adalah sebuah bentuk
kejahatan yang harus dihukum.
Padahal smua Warga Negara Indonesia kedudukannya sama di mata hukum.
Siapapun dia! Jangankan cuma anak mantan Presiden, tetapi Presiden
sekalipun juga tak boleh kebal hukum.
Apabila seorang Warga Negara Indonesia melakukan pelanggaran hukum, maka
wajib untuk diproses secara hukum sesuai UU dan peraturan yang berlaku
di negara ini.
Karena itu rasa keadilan masyarakat jelas begitu terusik saat melihat
Sukmawati Soekarnoputri yang sudah jadi tersangka pemalsuan ijazah sejak
tahun 2008 namun hingga saat ini tahun 2019 tak pernah ditangkap. Ini
ada apa?. [faktakini/inilah/detik.com]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed