Kapolri Jenderal Tito Minta Polantas Stop ‘Prit Jigo’ !!!

Berita96 Dilihat

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
(Kapolri) Jenderal Tito
Karnavian,  meminta jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berhenti
melakukan tindakan mencari kesalahan pengendara lalu lintas. Seperti
diketahui, tindakan ini lebih dikenal dengan istilah ‘prit jigo’.
Melansir laporan CNNIndonesia.com,
Sabtu (23/9/2017), permintaan itu disampaikan Tito dalam kata
sambutannya di acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Korlantas
Polri di Lapangan National Traffic Management Centre (NTMC), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017) kemarin.
Jenderal
Tito Karnavian menilai bahwa tindakan tersebut dapat menjadi salah satu
faktor yang membuat citra Polri jadi negatif di tengah masyarakat.
“Langkah-langkah
anggota di lapangan, istilah ‘prit jigo’ ini memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap rendahnya pandangan masyarakat terhadap Polri,”
tegas Tito. 
Tito sendiri
berharap agar jajaran kepolisian mampu menaikkan citra korps Bhayangkara
tersebut, termasuk Korlantas. Tito pun mendiskreditkan tindakan polisi yang menimbulkan apresiasi negatif dari masyarakat.
“Konotasi negatif di mata publik masih ada. Bahkan, ada tokoh yang bilang kerja instansi anu mirip polisi lalu lintas, ngumpet di balik pohon ada pelanggaran langsung nongol. Ke depan, tolong jajaran lalu lintas semakin berupaya mengubah citranya jadi yang lebih positif,” TuturnyaTito.
Tito
lantas meminta seluruh jajaran Korlantas Polri ikut berperang dalam
membangun citra Polri yang lebih positif. Dia mengingatkan, tindakan
negatif satu anggota Polri dapat berimbas kepada 432 ribu anggota Polri
lainnya.
“Jika satu anggota Polri berbuat baik, maka yang lain akan merasakan manfaatnya,” demikian urai Tito.
Apresiasi Tito pada Korlantas
Dalam kegiatan
tersebut, jenderal polisi bintang empat tersebut tak hanya hanya
memberikan peringatan saja. Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap
sejumlah bagian di Korlantas Polri. Apresiasi itu diberikan lantaran
bagian-bagian terkait dinilai telah melaksanakan tugas dengan baik,
yakni Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmaslantas) serta Registrasi
dan Identifikasi (Regiden).
Spesial Untuk Mu :  SKB Radikalisme ASN-PNS, Demokrat: Separah Itukah Anti-Pancasila
Menurut Tito, Regiden telah berinovasi menghadirkan program tilang elektronik (e-tilang) dan satuan administrasi manunggal satu atap elektronik (e-samsat).
NTMC yang telah berhasil memaksimalkan penggunaan media sosial Twitter hingga memiliki pengikut berjumlah 7.000 akun pun mendapatkan pujian dari Tito.
“Ini adalah suatu prestasi,”  Tandasnya Tito. 
Untuk diketahui, Pusat Pengendali Lalu Lintas Nasional Kepolisian Republik Indonesia yang  lebih dikenal dengan istilah NTMC Polri,  merupakan pusat kendali informasi dan komunikasi yang mengatur lalu lintas di Indonesia. NTMC
Polri mengintegrasikan sistem informasi ke lima pemangku kepentingan
bidang lalu lintas (Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, Perhubungan,
Perindustrian, dan Riset Teknologi). (*) 

Komentar