oleh

Kapolri Sebut, Jangan Berspekulasi, Tidak Ada Operasi Intelijen di Sumut

-Berita-197 Dilihat

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Frans)

MEDAN-SUMATERA UTARA, SriwijayaAktual.com  – Kapolri Jenderal Pol Tito
Karnavian membantah adanya operasi intelijen terkait kerusuhan dan di
Tanjung Balai dan Kabupaten Karo, Sumatera Utara.


“Jangan
berspekulasi dengan itu, tidak ada operasi intelijen di Sumut. Kejadian
itu murni karena ada salah paham antara satu dengan yang lainnya,” kata
Tito di Polda Sumut seusai melakukan pertemuan dengan pihak Forum
Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Sabtu (30/7/2016).
Terkait
insiden di Karo, kata Tito, warga berinisial M (41), tidak berniat untuk
melecehkan pengurus rumah ibadah, seperti yang banyak beredar di media
sosial saat ini.

“Kedua orang ini (M dan pengurus rumah ibadah)
bertetangga dan tidak ada maksud apa pun di balik itu. Namun terjadi
kesalahpahaman di antara keduanya,” sebutnya.

Meski begitu,
sambung dia, saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang
diduga mengetahui terjadinya kerusuhan tersebut. Mantan Kapolda Metro
Jaya ini bahkan mengapresiasi adanya gerakan cepat dari para tokoh agama
khususnya FKUB Sumut yang langsung melakukan pertemuan membahas
antisipasi dan langkah untuk meredam agar kerusuhan tidak sempat meluas.

“Sejumlah
orang sudah diperiksa terkait dengan kasus itu. Termasuk orang yang
memposting gambar-gambar dan bahasa yang berbau provokatif di media
sosial, semua itu akan kita telusuri. Dalam kesempatan ini saya
mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan FKUB yang langsung turun ke
lokasi dan menyelesaikan permasalahan itu,” jelasnya.

Menurut
dia, saat ini situasi di Sumut sudah aman dan kondusif. Warga di sekitar
lokasi sudah melakukan aktivitas seperti biasanya. Kapolda Sumut Irjen
Pol Raden Budi Winarso juga sedang berada di lokasi untuk memimpin
langsung pengamanan.

“Sumut saat ini sudah aman dan kondusif,
Kapolda Sumut sudah ada di lokasi untuk memimpin langsung proses
pengamanan dan pelaksanaan pertemuan FKUB serta jajaran tokoh agama,
MUI, wali kota, camat, lurah, kepling, kapolres, komandan Kodim, TNI AL,
dan lainnya. Saya harap, tidak ada lagi yang menyebarkan provokasi yang
bisa menimbulkan kekisruhan. Setelah ini kita lakukan evaluasi,”
ucapnya.

Sementara, soal kerusuhan di Kabupaten Tanah Karo, orang
nomor satu di Korps Bhayangkara itu mengaku juga akan melakukan
evaluasi. Sekali lagi, mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan
Terorisme (BNPT) ini menegaskan kerusuhan di Karo terjadi bukan karena
adanya operasi intelijen.

“Saya akan evaluasi seluruhnya, tadi
baru melakukan evaluasi tahap pertama. Tahap kedua akan fokus pada
kerusuhan yang ada di Tanah Karo,” terangnya.

Kapolri menambahkan, Tanjung Balai dan Tanah Karo, saat ini sudah kondusif. “Jadi, Sumut saat ini sudah aman dan  kondusif.”

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Pol Rina Sari Ginting kepada KORAN SINDO
menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan dan
memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi. Namun, para terperiksa itu belum
bisa dipastikan apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

“Proses
pemeriksaannya masih berlangsung sampai sekarang. Sehingga belum ada
kesimpulan apa pun terkait status ketujuh orang tersebut,” ujarnya. (*)

Sumber,Sindonews

Komentar