oleh

Kecewa, Siswa SD Berprestasi ini Bakar Semua Piagam Kejuaraan-Penghargaannya

-Berita-191 Dilihat
Yumna (12tahun)

Kecewa, Siswa SD Berprestasi di Pekalongan Bakar Piagam

PEKALONGAN-JATENG, SriwijayaAktual.com – Kecewa karena tidak diterima di sekolah SMPN 1 Kajen,
Pekalongan, seorang siswa berprestasi membakar belasan penghargaan dan
piala yang diperolehnya. Aksi pembakaran belasan piagam ini viral di
media sosial.

Siswa tersebut bernama Yumna (12), lulusan SDN 02
Pekeringanalit itu membakar belasan piagam penghargaan pada Minggu
(23/6/2019) lalu.

Saat ditemui detikcom di rumahnya yang berada
di Griya Kajen Indah RT 4 RW 12, Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Yumna
masih sedih bahkan terbawa sampai sakit. Media hanya ditemui oleh kedua
orangtuanya yakni Sugeng Wiyoto (50) dan Sukoharti (45).

Sugeng Wiyoto mengatakan pembakaran belasan piagam penghargaan tersebut
dilakukan anaknya karena merasa piagam-piagam tersebut tidak berlaku
lagi dengan kondisi saat ini. Piagam-piagam tersebut merupakan berbagai
kejuaraan seni dan agama yang diikuti dan beberapa menyabet juara satu
tingkat Kabupaten Pekalongan.
Sugeng Wiyoto, orang tua Yumna Foto: Robby Bernardi/detik
Berbagai kejuaran yang diikuti dan berhasil menyabet juara satu
diantaranya seperti menulis halus, cerita islami, tilawah, adzan, nyanyi
solo, nyanyi grup, dokter kecil.

“Anak saya juga masuk anak
yang selalu memiliki rangking dikelasnya. Mungkin berpikiran
piagam-piagam tidak membantu dirinya masuk ke SMP Negeri 1 Kajen
(sekolah yang diinginkan), jadi akhirnya dibakar,” kata Sugeng.

Bukanya
tidak pernah berupaya mendaftar ke sekolah yang diinginkan anaknya
tersebut, dirinya telah berupaya mendaftar ke SMPN 1 Kajen, namun mentok
karena aturan zonasi yang ada.

Minimnya sosialisasi dinas
pendidikan terkait PPDB yang melalui tiga jalur yakni jalur zonasi,
jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua, membuat anaknya terjebak
dalam zonasi.

Hari pertama pendaftaran Sugeng mengantarkan anaknya melakukan
pendaftaran online namun melalui jalur zonasi. Namun oleh guru dan
kepala sekolah dasar, disarankan untuk masuk jalur prestasi. Pada hari
kedua, dirinya mendaftar ke jalur prestasi namun tidak bisa, mengingat
sudah mendaftar di jalur zonasi. Hasilnya, karena jarak sekolah 1,8 km
dari rumahnya anaknya tidak masuk ke SMPN 1 Kajen.

“Sebagai
orangtua kecewa ya kecewa. Kita sudah mendaftar ke jalur prestasi kata
pihak sekolah (SMP) tidak bisa, harusnya daftar di sekolah di luar
zonasi,” ungkap Sugeng.

Karena merasa kecewa inilah anaknya kemudian nekat membakar smeua piagam penghargaan karena dinilai tidak berguna.

“Piagam tidak diperlukan lagi katanya,” tambah Sugeng.

Piagam dibakar Foto: Robby Bernardi/detik
Kendati kecewa dengan sistem yang ada, pihaknya tetap membesarkan hati anaknya agar tidak kecewa berkelanjutan.

“Sudah
saya daftarkan ke sekolah swasta. Ya seharusnya dengan sistem seperti
ini pihak pemerintah menyediakan banyak sekolah negeri dulu,” jelasnya.

Sementara
itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Pekalongan,
Sumarwati saat dihubungi detikcom, Rabu (26/6), belum memberikan
keterangan terkait dengan gagalnya siswa yang masuk ke jalur prestasi
tersebut.  (bgk/bgs/detik)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya