oleh

Kemenag Batalkan’ Pernikahan Pria dengan Dua Gadis Sekaligus” yang Sempat Bikin JagatRayaNet Heboh!

Ilustrasi

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com  — Kementerian Agama Kantor wilayah Sumatera Selatan
mengusulkan pembatalan pengajuan pernikahan seorang pemuda warga Desa
Lumpatan II Lumbajaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan,
dengan dua calon istri yang akan dinikahinya bersamaan pada November
mendatang. Kemenag menilai hal tersebut tak pantas dilakukan.

Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan M Alfajri Zabidi
mengatakan, dirinya telah memanggil Kepala Kemenag Musi Banyuasin
terkait rencana pernikahan Cindra dengan dua gadis sekaligus yakni Indah
Lestari dan Perawati. “Hal ini kurang baik untuk ke depannya karena
untuk mengajukan poligami harus memenuhi syarat yang diberikan oleh
Pengadilan Agama,” katanya di Palembang, Rabu (25/10/2017) sebagaimana dilansir republika.co.id, dikutip dari antara.

Kabar
pernikahan ini menjadi viral di media sosial setelah tersebarnya
undangan pernikahan tersebut. Dalam undangan tertulis secara jelas bahwa
pemuda bernama Cindra akan menikahi dua wanita sekaligus yakni Indah
Lestari warga Desa Teluk Kijing 3 (Pilip9) Kecamatan Lais pada 6
November, dan Perawati warga Dusun IV Teluk, Kecamatan Lais, Musi
Banyuasin, Sumsel pada 8 November 2018. Sementara resepsi pernikahan
direncanakan bersamaan pada 9 November di kediaman lelaki.
Alfajri
menjelaskan bawa terdapat beberapa syarat untuk berpoligami, di
antaranya istri pertama memiliki uzur seperti mempunyai penyakit parah
yang atau tidak dapat memiliki keturunan dan yang penting adalah
persetujuan istri pertama. Menurutnya, secara legal menikahi dua wanita
sekaligus adalah hal yang tidak mungkin karena persyaratan untuk menikah
kedua yang harus dilengkapi dengan izin poligami.

“Mustahil
sekaligus dan kami sepakat mengeluarkan N9 untuk mengajukan pembatalan
ke pengadilan agama untuk pernikahan ini,” ujarnya.
foto/istimewa
Saat ini
rencana pernikahan tersebut telah terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA)
Kota Sekayu (ibu kota Musi Banyuasin) pada 8 November 2017, dan KUA
Kecamatan Lais 6 November 2017. Menurut Alfajri keduanya telah
mengajukan NA ke kantor urusan agama di Muba.

Pernikahan pria
dengan lebih dari satu wanita dalam waktu bersamaan di Kabupaten Muba
sendiri bukan hal yang baru. Kurang lebih satu tahun lalu di Kecamatan
Babat Toman, Muba juga terjadi pernikahan serupa antara Ardiansyah
dengan dua gadis bernama Ria dan Pegi.

“Meskipun di Muba sudah
ada yang berhasil melangsungkan pernikahan dengan dua wanita sekaligus
tapi harus sesuai dengan aturan pernikahan yaitu harus lebih dulu
mengajukan izin poligami,” ujar dia.

Ia berharap fenomena ini
dapat menjadi pembelajaran ke depan dan harus diluruskan. Pemerintah
tidak akan mengeluarkan akta nikahnya apabila syarat poligami sesuai
aturan tidak terpenuhi.

“Ketika anak sekolah tidak ada catatan
kependudukan, hak waris. Ini masalah, masyarakat terbentur untuk
administrasinya,” Tandasnya. [*]

Komentar