Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Kementerian ESDM Kembangkan Aplikasi Energi Desa

(Istimewa)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan
Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM mengembangkan aplikasi
Sistem Informasi Energi Desa “Sinergi Desa” guna membantu pelayanan
publik dan menjaga kualitas layanan listrik dari Pembangkit Tenaga
Listrik Energi Baru Terbarukan (PLT EBT).
Berdarkan informasi resmi dari Kementerian ESDM di Jakarta,
Sinergi Desa dibuat untuk mengatasi tantangan dan kendala yang dihadapi
pemerintah selama masa perencanaan pembangunan, pembangunan dan
pemeliharaan PLT EBT yang telah dibangun.  
Pembangunan PLT EBT merupakan inisiatif Pemerintah untuk membantu
masyarakat Indonesia di desa-desa yang belum mendapatkan listrik agar
mereka mendapatkan hak sama dalam memperoleh dan menikmati energi.
Sinergi Desa bukan merupakan aplikasi layanan publik yang biasa
karena dalam implementasinya didukung oleh 3 (tiga) aplikasi penting
yang saling menunjang, yaitu E-Proposal (Proposal Elektronik), Sistem
Akuisisi Data, serta Sistem Informasi dan Komunikasi dua arah melalui
aplikasi ponsel “ENERGI DESA”.
E-Proposal dibuat untuk memudahkan pengajuan permohonan
infrastruktur PLT EBT baik dengan menggunakan APBN ataupun dari Dana
Alokasi Khusus (DAK) oleh Pemerintah Propinsi di seluruh Indonesia.
Hingga saat ini telah dilayani lebih dari 500 proposal usulan.
Sistem Akuisisi Data merupakan sistem aplikasi yang dibuat dalam
bentuk data tabel pesan dan digunakan untuk mengukur dan memonitoring
pembangkit EBT yang sudah dibangun.
Sementara “ENERGI DESA” merupakan aplikasi berbasis web dan
android yang memungkinkan warga desa untuk bertanya serta mendapat
jawaban dari para ahli, termasuk cara pengoperasian PLT EBT.
Sinergi Desa tidak saja menyediakan masukan informasi bagi
pemerintah, tetapi juga membantu operator pembangkit untuk memahami
masalah yang mereka hadapi serta bagaimana menyelesaikannya. Bahkan
mampu membantu penelusuran kasus pencurian alat di Sulawesi Tenggara.
Spesial Untuk Mu :  Menkeu Sri Mulyani Ungkapkan Biang Kerok Pelemahan Rupiah Tembus Diatas Rp 15.000
Baca Juga: Palembang didorong segera membentuk Badan Pengelola Pembangkit Sampah
Nantinya Sinergi Desa dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun
serta dapat disinergikan lebih luas dengan aplikasi yang dimiliki oleh
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Instansi lain yang memiliki visi
dan misi yang sama. Sistem ini diharapkan dapat menjadi sistem aplikasi
dengan platform yang besar dan terintegrasi.
Saat ini, aplikasi Sinergi Desa masuk sebagai peserta Inovasi
Pelayanan Publik 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan diharapkan
dapat lolos pada Top 40 kompetisi tersebut. (rima/antara)