oleh

Kericuhan Warnai Momen Bebasnya Vanessa Angel

-Berita-296 Dilihat

SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.com – Mantan terpidana pendistribusian foto
asusila, Vanessa Andzania alias Vanessa Angel, resmi keluar dari dalam
Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng, Kabupaten Sidoarjo, Jawa
Timur, Minggu pagi, (30/6/2019). Momen keluarnya aktris FTV itu
diwarnai aksi saling dorong antara pengawal atau bodyguard.

Vanessa keluar dari dalam Rutan Medaeng sekira pukul 08.00 WIB. Dia
keluar dengan busana putih tulang. Begitu keluar, Vanessa langsung
memeluk tantenya, Reni Setiawan, teman-temannya, dan pengacaranya,
Milano Lubis. Suasana terasa haru.

Namun, momen itu seketika berubah sedikit gaduh. Penyebabnya ialah aksi
berlebihan oleh pengawal sebuah televisi streaming yang menempel ketat
Vanessa dan rombongan, menyekat interaksi para pemburu berita dengan
Vanessa. Para pengawal itu memang siaga sejak pagi-pagi betul.

“Permisi, permisi,” kata salah seorang pengawal.
Walhasil, para wartawan yang sejak awal berupaya untuk meminta komentar
Vanessa sekeluar dari Rutan Medaeng tak maksimal. Dia hanya sempat
sampaikan ‘terima kasih’. Bahkan, untuk mengambil gambar pun kesulitan.

Wartawan yang kesal akhirnya bereaksi. Aksi dorong-dorongan pun terjadi. Suasana berubah gaduh.
Para pengawal bergeming. Kendati sudah diteriaki awak media bahwa area
Rutan Medaeng sebagai area publik, namun mereka tetap tak hirau.
Pengacaranya, Milano Lubis, juga tak bisa berbuat banyak. Dia hanya
bilang, “Nanti, nanti, nanti sore kita kasih kesempatan,” ujarnya.

Vanessa terjerat masalah hukum setelah digerebek polisi saat
bertransaksi kencan dengan seorang pria bernama Rian Subroto di Hotel
Vasa Surabaya, Jawa Timur, pada 5 Januari 2019. Hakim menyatakan dia
terbukti menyebarkan foto asusila melalui muncikari jaringan prostitusi
online dengan perangkat elektronik.

Hakim menghukum Vanessa penjara lima bulan. Dipotong masa tahanan, dia
bisa menghirup bebas beberapa hari setelah putusan pengadilan. Tiga
muncikarinya, Endang Suhartini alias Siska, Tentri Novanta, dan
Winindya, sudah diputus dan keluar lebih dulu dari Rutan Medaeng.[vv]

Komentar