oleh

Kesaksian Korban Bus Sriwijaya Menyeramkan, Ternyata Sang Sopir…

-Berita-19 views
loading...
PAGARALAM-SUMSEL, SriwijayaAktual.com – Kepala Bidang Humas
Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Supriadi menemukan temuan baru
terkait kecelakaan maut Bus Sriwijaya Ekspress yang terjun ke jurang Liku
Lematang, Desa Prahu Dipo, Dempo Selatan, Sumatera Selatan.
Dilansir dari
IDNTimes.com, Rabu (25/12/2019), dia mengatakan, sebelum kejadian sopir Bus
Sriwijaya, Fery, diduga mengantuk. Selama perjalanan hampir tiga kali bus yang
dikendalikan Fery bertabrakan dan nyaris masuk jurang sebelum akhirnya kejadian
nahas itu terjadi pada Senin (23/12/2019) pukul 23.30 WIB.
“Sebelum
kecelakaan (masuk jurang), kendaraan mengalami beberapa permasalahan. Mulai
dari hampir masuk siring, bertabrakan dengan kendaraan lain dan kecelakaan. Ada
indikasi diduga sopir mengantuk saat membawa kendaraan,” kata dia.
Salah satu penumpang
Bus Sriwijaya yang selamat, Hasanah (52) menuturkan, memang sepanjang
perjalanan bus yang ditumpanginya itu hampir terbalik, beruntung ada mobil
travel yang menolong.
“Seluruh
penumpang langsung disuruh turun. Waktu itu ada mobil travel yang lewat, kami
minta tarik,” ujar dia mengingat kondisi mencekam sebelum terjun bebas.
Usai kejadian
tersebut, cerita Hasanah, bus kembali melanjutkan perjalanannya. Namun, tidak
berselang lama, Bus Sriwijaya tersebut menabrak pembatas jalan dan meluncur
langsung ke jurang. Hal itu membuat semua penumpang panik. Kondisi saat itu
serba gelap, membuat para penumpang yang selamat memecahkan kaca untuk berusaha
keluar.
“Di luar
arusnya sangat deras, yang selamat berusaha naik ke atas mobil agar tidak
terbawa arus. Cucu saya, Aisyah Awaliah Putri (9), hanya berteriak ke atas agar
ada orang mendengar,” kata dia.
Nasib berkata lain,
Hasanah dan cucunya selamat dan saat ini sudah mendapatkan perawatan intensif
di Rumah Sakit Basemah Kota Pagaralam. Namun tetap saja Hasanah masih trauma
atas kejadian nahas tersebut.
“Sopir kami
bawa mobilnya ngebut terus, kita jadi takut. Saya tidak bisa tidur, waktu itu
saya lagi ngobrol sama cucu. Tiba-tiba bus langsung terjun begitu,” kata
dia.
Terkait ada dugaan
Bus Sriwijaya yang tidak layak jalan dan melebihi kapasitas, pihak Polda Sumsel
enggan menyimpulkan lebih dulu, mengingat bus maut tersebut masih berada di
dalam jurang.
“Kita tunggu
investigasi dishub (Dinas Perhubungan), karena yang berhak untuk mengatakan
layak atau tidaknya itu mereka. Yang jelas nantinya dishub yang memberi surat
rekomendasi kepada kepolisian, nanti baru kita panggil pengusahanya,” ujar
Supriadi.
Supriadi
melanjutkan, untuk memperlancar investigasi, pihak Polda Sumsel akan
berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk memeriksa pemilik perusahaan.
“Karena
perusahaan angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) itu berada di
Provinsi Bengkulu. Kita akan koordinasi juga,” jelas dia.
Diketahui Basarnas Palembang Sumatera Selatan 
turut
melakukan penyelaman di sekitar lokasi kecelakaan Bus Sriwijaya yang
terjun ke jurang di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Penyelaman oleh SAR
dilakukan untuk memastikan korban di sekitar lokasi jatuhnya bus yang berada di
sebuah sungai. Data terakhir menyebut 28 orang meninggal dunia akibat
kecelakaan bus masuk jurang ini. Selain korban
meninggal, 13 orang lainnya mengalami luka-luka. [*]
loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed