oleh

Ketika Bung Karno Lepas Pangkat dan Merangkak Hampiri Makam Rasulullah Muhammad SAW

-Berita-56 views
loading...
SriwijayaAktual.com –  Presiden pertama Republik Indonesia  Ir. Soekarno memiliki beribu cerita unik yang selalu membuat
kagum. Tidak hanya dikagumi di dalam negeri saja, namun Soekarno
merupakan sosoknya yang juga sangat dikenal di berbagai negeri, salah
satunya di Saudi Arabia.

Ada salah satu peristiwa menarik ketika Bapak Proklamator RI ini
menunaikan ibadah haji dan berziarah ke makam Rasulullah SAW pada tahun
1955. Pada saat itu, Bung Karno sapaan akrab Sukarno, melepas segala
atribut pangkat kenegaraannya saat akan menghampiri Makam Rasulullah
SAW.
Kisah ini diceritakan oleh Sayyid Husein Muthahar, pengarang lagu-lagu
perjuangan seperti Hari Merdeka (17 Agustus tahun 45), Hymne Pramuka,
Syukur. Ia menceritakan bagaimana Bung Karno sangat menghormati dan
mencintai Rasulullah SAW.

Sayyid Muthahar yang ikut dalam rombongan ibadah haji Bung Karno
bercerita, saat Bung Karno berjalan di Kota Madinah bersama Raja Saud
bin Abdul Aziz, Bung Karno bertanya kepada Raja Saudi, “Dimana makamnya
Rasulullah SAW wahai raja?”. 

Raja Saud bin Abdul Aziz menjawab, “Oh itu makam Rasulullah SAW sudah
terlihat dari sini”. Saat itu juga Bung Karno melepaskan atribut-atribut
pangkat kenegaraannya. 
Raja Saudi pun heran dan bertanya kepada Bung Karno. “Kenapa Anda melepaskan itu semua?”. 
Bung Karno menjawab dengan tegas: “Yang ada di sana itu Rasulullah SAW,
pangkatnya jauh lebih tinggi dari kita, aku dan dirimu!”. Kemudian Bung
Karno berjalan merangkak menghampiri makam Baginda Nabi SAW.

Bung Karno bersama beberapa rombongan sempat mengheningkan cipta, dan
berdoa di samping makam Rasulullah SAW. Bung Karno pun tak kuasa menahan
tangisnya di depan makam manusia agung itu. 

Apa yang dilakukan Bung Karno saat ziarah ke Makam Rasulullah SAW patut
diapresiasi. Sikap Bung Karno merupakan sebuah penghormatan sejati yang
membuat takjub Raja Saudi. Betapa besar ketundukan dan kecintaan seorang
Bapak Bangsa kepada Rasulullah SAW.

Bagi Bung Karno, pangkat dan kemampuan yang dimilikinya tidak bisa
dibandingkan sama sekali dengan apa yang sudah dilakukan oleh Nabi
Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Islam ke seluruh jagad raya.

Dr Soeharto, dokter pribadi yang ikut serta dalam rombongan haji Bung
Karno menuturkan, rombongan diselimuti keberuntungan. Sebab, tidak
seperti kebanyakan jemaah haji yang lain, Bung Karno dan rombongan
diperkenankan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di areal Masjid
Nabawi, Madinah.
Sejak saat itu hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi erat.
Kedatangan Bung Karno disambut langsung Raja Saudi, Saud bin Abdulaziz
Al Saud. Hubungan baik itu pun terjalin hingga sekarang.
Sebelum pulang ke Indonesia, Raja Saud bin Abdul Aziz memberikan hadiah
istimewa kepada Bung Karno berupa mobil Chrysler Crown Imperial. Mobil
itu merupakan mobil yang dipakai oleh Soekarno selama berada di Saudi
Arabia.

Lebih lanjut, Dr Soeharto mengatakan, Bung Karno juga memberi pesan
spiritual kepada dirinya dan didengar anggota rombongan yang lain. “To…
kamu hendaknya jangan mempergunakan predikat haji, sebelum kamu
betul-betul dapat mendirikan –tidak sekadar menjalankan– salat secara
tertib sebagaimana yang diperintahkan,” demikian nasihat Bung Karno.

Al Habib Abu Bakar bin Hasan Al Athos Azzabidi (ulama yang dekat dengan
Gus Dur) menyebutkan alasan kenapa makam Bung Karno sampai saat ini
ramai dikunjungi banyak orang. Itu karena Presiden pertama Indonesia itu
sangat memuliakan Nabi Muhammad SAW. Hingga saat ini, makam Bung Karno
di Blitar, Jawa Timur selalu ramai dikunjungi warga dari penjuru daerah.
[gesuri.id]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed