Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Ketua KPK sebut, Belum Temukan Bukti Ganjar Terima Uang Mega Korupsi e-KTP

Ketua KPK Agus Rahardjo. dok©2017

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) Agus Rahardjo menjelaskan pihaknya sering sekali mendengar
terkait adanya aliran dana mega proyek e-KTP yang masuk dalam kantong
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hal tersebut juga sempat terungkap
saat sidang Setya Novanto dengan saksi Ganjar.
Novanto mengatakan Ganjar telah menerima uang. Ganjar pun telah membantah menerima uang.
Agus mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menemukan bukti
terkait pengakuan Novanto. “Info mengenai itu berkali-kali sudah
disampaikan yah jadi ada yang sampaikan kemudian tetapi sampai hari ini
KPK belum menemukan alat bukti yang cukup menyakinkan mengenai itu,”
kata Agus di Gedung KPK, Jumat (9/2/2018).

Baca Juga: Pengacara Setnov Pertanyakan KPK Belum Periksa Puan Maharani Dalam Kasus Korupsi E-KTP

Dia juga mengatakan pernah mendengar hal yang sama terkait Ganjar
menerima uang USD 500. Namun hingga saat ini pihaknya juga belum
menemukan bukti tersebut. Kemudian, Agus mengatakan akan telusuri
kembali aliran yang diduga masuk ke kantong Ganjar.
“Jadi kita sudah pernah mendengar yang sampaikan Miryam kalau enggak
salah. Tetapi kita belum temukan data pendukung untuk itu masih kita
cari,” ungkap Agus.

Berita Terkait: Setya Novanto Beberkan Aliran Dana Korupsi E-KTP ke Ganjar

Diketahui dalam sidang mega proyek e-KTP, Kamis (8/2) Terdakwa mega
proyek e-KTP, Setya Novanto menjelaskan mendapatkan laporan bahwa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima uang dari proyek tersebut.
Laporan tersebut didapat dari mantan anggota Komisi II DPR (almarhum)
Mustokoweni, Ignatius Mulyono, dan Miryam S Haryani serta pengusaha Andi
Agustinus alias Andi Narogong.
Ganjar pun langsung menepis hal tersebut. Dia mengatakan bahwa
menolak uang proyek yang diduga merugikan negara Rp 2,3 triliun itu.
“Saya harus klarifikasi karena ini sudah di ujung dan perlu untuk
komunikasi ke publik. Yang pertama Ibu Mustokoweni pernah menjanjikan
kepada saya mau memberikan langsung dan saya tolak, sehingga publik
mesti tahu sikap menolak saya,” ungkap Ganjar, Kamis (8/2).
Kemudian, kata Ganjar, di depan penyidik Novel Baswedan, Miryam juga
sempat membantah telah memberikan uang kepadanya. Menurut Ganjar, Andi
Narogong pun membantah telah memberikan uang kepadanya.
“Dia menolak, tidak pernah memberikan ke saya. Ketika Bu Yani pun
mengatakan mau memberikan ke saya, di depan Pak Novel,” kata Ganjar. [eko/mrdeka]

Baca Juga ini: TERBONGKAR!! Inilah Skenario Yang Diciptakan Fredrich Soal Rekayasa Sakit Setnov



Spesial Untuk Mu :  Ratna Serumpaet Tuding Pemerintah Blokir Dana Bantuan Papua Rp.23 Triliun, Bagaimana Tanggapan Kemenkeu? ini...