oleh

Kisah Benda Misterius di TKP Gadis Badui Digorok dan Diperkosa

-Berita-341 Dilihat
Ilustrasi Rumah Baduy

BANTEN, SriwijayaAktual.com – Kepolisian Daerah Banten telah berhasil mengungkap kasus
pemerkosaan dan pembunuhan paling biadab yang dialami seorang gadis dari
Suku Badui di Kampung Kadu Heulang, Desa Cisimeut Raya, Kabupaten
Lebak, Banten.
Namun ada sebuah kisah penting di balik pengungkapan kasus ini. Yakni tentang petunjuk yang mengarahkan polisi kepada pelakunya.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Novri
Turangga, polisi sebenarnya sempat dibuat tercengang dengan kasus yang
menimpa gadis berinisial SW (13 tahun).
Sebab memang tak ada saksi mata yang bisa memberikan keterangan soal
pemerkosaan dan pembunuhan sadis itu. Karena lokasi gubuk tempat korban
dihabisi berada jauh dari pemukiman warga.
Novri menceritakan, polisi bisa mengungkap kasus ini sebenarnya dari
ditemukan sebuah benda misterius di lokasi tempat jasad korban ditemukan
bersimbah darah.
Benda disebut misterius karena memang dari keterangan keluarga
korban, bukanlah milik korban. Benda misterius itu berupa sebuah gelang.
Gelang itu ditemukan di rerumputan dekat gubuk rumah korban.
“Dari adanya benda tertinggal di TKP, yaitu gelang, gelang itu kita
mendapatkan foto gelang itu yang biasa dipakai salah satu tersangka,”
kata Novri.
Polisi lalu bergerak menggeledah rumah pemilik gelang itu. Gelang itu milik tersangka E.
“Kita telusuri, akhirnya kita lakukan penggeledahan kita temukan bercak darah di sepatu pelaku,” ujar Novri.
 Dari situlah polisi langsung memburu pelaku pemilik gelang dan akhirnya pelaku diringkus polisi.
Seperti diketahui, gadis Badui itu diperkosa dengan cara yang sangat
biadab. Dalam pemeriksaan kepada tersangka, mereka mengaku memperkosa
gadis itu dalam kondisi korban bersimbah darah akibat lehernya digorok
oleh salah satu pelaku.
Setelah puas memperkosa korban, ketiga tersangka pergi meninggalkan korban yang sudah tak bernyawa di dalam gubuk rumahnya.
Seperti diketahui, jasad SW ditemukan kakak kandungnya pada Jumat 30
Agustus 2019. Jasadnya terbujur kaku dengan kondisi banyak luka dan
lebam di tubuhnya.
Ketika itu memang kakak dan orangtua korban sedang keluar rumah untuk
mencari rezeki, sementara SW hanya seorang diri di rumah di tengah
kebun yang sangat sepi itu. [ak]

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya