oleh

Kisah Bisnis Prostitusi Online, Untuk yang Biasa Beli Rokok Batangan Jangan Coba-coba Deh!

-Berita-22 views
loading...
Ilustrasi
Kisah Bisnis Prostitusi
Online di Kediri, Bagi Yang Kantong Kering Jangan Coba-coba Deh!

KEDIRI-JATIM, SriwijayaAktual.com – Setelah percakapan di Facebook (FB), biasanya transaksi via WhatsApp
(WA) bicara soal tarif. Bagi yang ‘kanker’ atau kantong kering jangan
coba-coba deh untuk jajan dengan wanita.
“Kediri kota ready, besok include khusus pencinta ABG langsung chat
WA 081230602xxx. Chat yang belum saya balas wajib spam (ada catatan
khusus)”. Begitulah chatting (percakapan tertulis) yang diunggah salah
seorang pekerja seks komersial (PSK) online di salah satu grup FB. Tak
butuh waktu lama, penawaran penyedia jasa esek-esek di media sosial
(medsos) itu segera saja mendapat banyak respons.
Tentu saja, yang berminat serius dapat langsung menghubungi nomor
telepon seluler (ponsel) yang terpampang di sana. Dari medsos grup FB
tersebut, chatting kemudian berlanjut lewat japri (jaringan pribadi) di
WA.
“Kalau WA kan lebih private (pribadi) Mas. Jadi lebih bebas pengin ngobrol apa aja,” kata DS, 26, seperti dlansir SriwijayaAktual dari laman Jawa Pos Radar Kediri, Senin (11/11/2019).
Obrolan pun berkutat soal layanan esek-esek. Biasanya, menurut DS,
penyedia jasa kencan online akan menawarkan layanan short time atau long
time. Tentu saja, tarif untuk kedua layanan itu tak sama. DS mengaku,
dirinya biasa memasang tarif Rp 400 ribu untuk sekali kencan. “Itu
hitungannya per jam ya Mas,” ujarnya.
Lalu apa saja yang didapat pengguna jasanya? Dengan tarif untuk
layanan singkat atau short time itu, menurut DS, pelanggan sudah
termasuk membayar tempat kencan. Biasanya di penginapan atau hotel kelas
melati. Sehingga tidak perlu keluar biaya lagi untuk sewa kamar.
“Untuk short  time per jam Rp 400 ribu Mas. Itu sudah include hotel,”
ungkapnya. Selain fasilitas tersebut, tentu saja pengguna jasa mendapat
pelayanan seksual.
DS mengaku, hanya melayani pengguna ‘jasa’nya melalui akun Facebook
saja. Selain itu, dia tidak menerima BO. Tempat kencannya tidak terbatas
hanya di Kediri. Namun bisa berpindah-pindah kota. Hanya saja tetap tak
jauh dari Kota Tahu. Hal itu agar tidak mudah terendus petugas. “Bisa
dua hari di Kediri. Atau dua hari di Madiun. Lalu, dua hari lagi di
Blitar,” paparnya.
Sejak kapan terjun di bisnis ini? DS mengaku, baru sekitar satu tahun
terakhir. Dia berdalih, melakukannya karena terpaksa. “Terpaksa Mas,
karena saya merasa kecewa dengan perlakuan mantan suami. Akhirnya saya
cari pelampiasan,” ungkapnya kepada koran ini.
Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas
Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan
Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri Mutakalim mengatakan, berusaha
menekan praktik prostitusi di daerahnya. Pihaknya melakukan sosialisasi
pada beberapa pengelola hotel agar memperhatikan pengunjung yang
menginap.
“Kami berharap pihak hotel atau pengusaha penginapan bisa bersama
sama menekan praktik prostitusi termasuk mengantisipasi tindak asusila,”
tuturnya.
Menggaet Pengguna Jasa Esek-Esek
–         Penjaja jasa seks menawarkan layanan short time dan long time
–         Tarif kencan short time Rp 400 ribu
–         Pengguna jasa sudah mendapat fasilitas kamar untuk berhubungan intim
–         Tempat kencan dilakukan di penginapan atau hotel melati
–         Tarif esek-esek long time lebih dari Rp 1 juta. [*]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed