oleh

Kisah Prabowo Subianto dan Panglima GAM, Dulu Mau Saling Bunuh Kini Bersahabat

-Berita-362 Dilihat
Prabowo Kopassus. ©facebook/prabowo subianto

ACEH, SriwijayaAktual.com – Ada cerita menarik dari konflik bersenjata di Aceh yang terjadi tahun 90an lalu. Saat itu Prabowo Subianto
berpangkat Letjen dan menjabat Panglima Kostrad. Dia memburu Panglima
Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf. Sebaliknya Muzakir Manaf
ingin menembak bahkan menculik Prabowo untuk dihabisi.
Tak ada yang menyangka dua musuh bebuyutan itu kini bersahabat.
Capres No Urut 02 Prabowo Subianto mengisahkan peristiwa tersebut.
“Tidak ada orang membayangkan bagaimana Panglima GAM dan Panglima
Kostrad bisa jadi satu, saya juga tidak mengerti. Saya selalu cerita,
saya bingung karena dulu beliau saya kejar-kejar saya dan dan beliau pun
selalu kejar-kejar saya. Begitu ketemu kita saling pelukan habis itu
selesai,” kata Prabowo saat berkunjung di Aceh.
Kini, Muzakir Manaf yang akrab disapa orang Aceh dengan panggilan
Mualem tersebut menjadi sahabat dekat dengan Prabowo. Bahkan, saat
Mualem ingin bergabung dengan Gerindra, Prabowo sempat menolak karena tak ingin Mualem jadi anak buahnya.
“Saya bilang Anda ini Mualem kalau masuk Gerindra nanti jadi bawahan
saya, saya tidak mau, Anda ini harus jadi sahabat saya. Akhirnya karena
beliau dengan tekad yang kuat terus menerus, saya terima beliau masuk
dan Insha Allah kita bersama terus untuk indonesia yang adil dan
makmur,” papar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Dibalik kisah tersebut, Prabowo bisa mengambil pelajaran yang sangat
berharga dari persahabatan, meski pernah berseberangan bahkan
bermusuhan.
“Di situ saya ambil hikmah bahwa kita semua saudara, bahwa kita bisa
selesaikan masalah dengan keihlasan, kejernihan berfikir. Sehingga saya
bersahabat dengan Mualem yang merupakan suatu keanehan,” ucap Prabowo Subianto. [ian/mrdk]

Komentar