Senin, 23 Mei 2022
Pasang Iklan Murah!
oleh

Kond*m Anti Virus Diluncurkan di Melbourne

-Berita-236 Dilihat
Ilustrasi

MELBOURNE-AUSTRALIA, SriwijayaAktual.com – KONDOM pertama di dunia yang anti virus berhasil dikembangkan oleh sebuah perusahaan bioteknologi di Melbourne, Australia.
Kondom bernama Vivagel buatan perusahaan Starpharma itu adalah alat
kontrasepsi dengan lapisan yang bisa membuat virus seperti HIV, herpes,
Zika dan papillomavirus menjadi tidak aktif.
Direktur Eksekutif Starpharma, Dr Jackie Fairly, mengatakan cairan
anti virus itu berhasil dimasukkan ke dalam pelumas yang sudah ada dalam
kondom.
“Cairan itu dimasukkan ke dalam kondom dalam cara yang sama seperti
kita memasukkan pelumas ke dalam kondom,” kata Dr Fairly seperti dikutip
dari ABC Australia Plus, Sabtu (15/4/2017).
Baca Juga: Peragaan Busana Pernikahan Muslim di Trotoar Malioboro
Dia mengatakan, selama ini memang sudah diketahui bahwa kondom
tradisional yang sudah beredar di pasar tidak memiliki kemampuan efektif
untuk mencegah penularan virus.
“Kondom tidak memberikan 100 perlindungan terhadap penyebaran penyakit akibat hubungan seksual, malah jauh dari itu,” imbuhnya.
Setelah bertahun-tahun melakukan uji coba pra-klinis, dan
menghabiskan dana jutaan dolar, Dr Fairly mengataakn gel anti virus ini
sekarang berhasil diciptakan.
“Ini adalah satu-satunya kondom anti virus yang tersedia secara
global, dan salah satu alasannya adalah karena susahnya untuk
mendapatkan aktivitas anti virus yang memadai.”
Baca Juga: 4 Fakta Mengenai Kl*toris, Pasti Belum Kamu Ketahui, Nomor 4 Mengejutkan!
Dr Fairly menuturkan, kondom ini akan dijual di Kanada, namun produk ini diluncurkan di Melbourne, Australia.
“Kondom ini diberikan kepada anggota tim Olimpiade Australia ke Rio
tahun lalu, dan tidak lama sebelum Olimpiade berlangsung, dunia
mengetahui bahwa Zika bisa disebarkan lewat hubungan seksual.”
“Zat aktif di dalam kondom tersebut terbukti efektif mencegah penularan virus tersebut.”
Dr Fairly mengatakan minat akan produk ini sudah muncul dari banyak kalangan di Asia dan Eropa.(*)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya