oleh

Konsolidasi Ulama se-Asia Tenggara, Membahas Tauhid & Tasawuf

-Berita-373 Dilihat
Pembukaan Kegiatan Mudzakarah Tauhid Tasawuf ke-IV (Ist)

CIBINONG-BOGOR, SriwijayaAktual.com – Sejumlah ulama dari kawasan Asia Tenggara melakukan
konsolidasi pada kegiatan Mudzakarah Tauhid Tasawuf ke-IV di pondok
pesantren Raudhoh Al-Hikam, Bogor. Kegiatan ini diharapkan bisa
menghasilkan sebuah kesamaan gerak dan langkah para ulama dalam
mengembangkan ajaran tasawuf maupun tauhid para sufi.


Ketua
Panitia KH Zein Djarnuzi mengatakan para ulama berkumpul untuk membahas
inti dari ajaran tauhid sufi, pedoman warisan sejarah gemilang peradaban
umat khususnya di nusantara. Ia berharap konsolidasi ini bisa
membangkitkan lagi kekuatan umat.

”Muzakarah ulama tasawuf juga
akan membahas pembentukan akhlak mulia untuk mencapai tauhid hakiki,
hubungan tasawuf dengan ilmu keislaman, serta pergerakan tauhid sufi
dalam memberkahi nusantara,” katanya dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir Republika.co.id di Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Djarnuzi
mengatakan hadirnya kegiatan semacam ini diharapkan dapat memberi
manfaat bagi bangsa, negara, serta masyarakat di nusantara dan Asia
Tenggara.

Pada kegiatan ini hadir di antaranya Abuya Syekh H
Amran Waly Al-Khalidi (Syekh Thoriqot Naqsabandiyah), Syekh H Ibrahim
Muhammad (Syekh Thoriqot Syatariah, Malaysia), Dr Muhammad Dhiauddin
Kuswandi (pimpinan Keluarga Besar Wali Songo), Dr Syekh Rohimuddin
Al-Bantany (pimpinan Kerukunan Ulama Nusantara), dan KH Zein Djarnuzi
(pimpinan Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Indonesia, Syekh Thoriqoh
Qodiriyah Wanaqsabandiyah).

Sementara itu dalam sambutan
pembukaannya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, menyambut baik
adanya kegiatan semacam ini. Ia sangat berharap konsolidasi ini dapat
menangkal munculnya radikalisme dalam kegiatan keagamaan.

”Kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Bogor kepada para alim ulama se Asia Tenggara, dan jamaah,” katanya.

Pria
yang akrab disapa Ade Jaro mengatakan ulama dan umara merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun bangsa Indonesia
menjadi lebih baik. Ia meminta, para ulama dan jamaah untuk mendoakan
para pemimpin negara-negara Asia Tenggara dan khususnya Presiden
Indonesia Joko Widodo selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam
memimpin pemerintahan serta menjamin kemanan bangsa indonesia.

”Dengan keamanan, maka akan menarik para investor untuk berinvestasi, dan berefek pada perekonomian masyarakat,” jelasnya. (*).

Komentar