oleh

Kubu Jokowi Terkaget-kaget dan Terbengong Baca Dalil Gugatan Prabowo-Sandi di MK

-Berita-12 views
loading...
Foto/Dok; Kuasa Hukum Jokowi-Ma’ruf Yusril Ihza Mahendra saat Jumpa Pers, Selasa (21/5/2019)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma’ruf Amin,
Arsul Sani heran setelah membaca dalil-dalil sengketa pemilu yang
diajukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke Mahkamah
Konstitusi (MK). Sebab, kata dia, dalil-dalil tersebut banyak yang
menyalahi Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) nomor 4 Tahun 2018.
“Kenapa kok terkaget-kaget atau terbengong-terbengong itu. Enggak
hanya TKN kalau saya lihat, ini kan bisa kita ikuti di Medsos ya itu
karena misalnya saya kalau saya sebut dipetitum itu banyak hal yang itu
keluar dari apa yang diatur dalam PMK nomor 4 Tahun 2018 ya,” kata Arsul
di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2019).
Sekjen PPP menjelaskan, dalam PMK tersebut ada batasan tentang
kewenangan MK terkait sengketa pemilihan umum. Dimana, dalam aturan itu
disebutkan batasan agar mahkamah hanya mengurusi substansi dari hasil
pemilu saja.
Tafsir peraturan itu, lanjut Arsul, MK hanya mengurusi gugatan
terkait angka perolehan suara. Jika pihak yang tak puas dengan angkanya,
maka harus ada bukti untuk mengkoreksi rekapitulasi hasil pemilu oleh
Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Yang benar berapa nah kalau nanti alat buktinya diterima maka hasil
itu dikoreksi hanya sebatas itu saja kewenangannya MK,” ungkapnya.
Maka dari itu, Arsul menyerahkan sepenuhnya kasus sengketa Pilpres
2019 ini kepada MK. Dia juga ingin melihat apakah MK akan bergerak
sesuai dengan Undang-Undang yang mereka buat atau tidak dalam menindak
lanjuti kasus tersebut.
“Nah kemudian pertanyaanya adalah apakah kemudian MK akan keluar dari
kerangka aturan yang ditetapkannya sendiri dalam PMK no 4 tahun 2018,”
ucapnya. [ak/mrdeka]

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed