oleh

LAGI …DAN LAGI …Penggusuran di Era Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta

-Berita-225 Dilihat
Warga Mengai Besi di Kalijodo dan Warga Kalijodo Menangis (BS)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Pagi tadi Rabu (28/9/2016), Pemprov DKI Jakarta kembali melakukan pembongkaran bangunan
liadi kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Warga setempat
melakukan penolakan dengan menggelar orasi budaya di lokasi penggusuran.
Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, budayawan Jaya Suprana dan Romo
Sandiawan Sumardi hadir dalam aksi damai tersebut. 
Penggusuran berlangsung lancar. Tidak ada perlawanan dari warga saat
anggota Satpol PP mencabuti dan merobohkan sejumlah bangunan yang
dianggap tidak memiliki sertifikat yang sah. Menurut camat Tebet
Mahludin ada 11 rumah warga di RW 10 yang tidak ikut digusur karena
memiliki bukti sertifikat. Ke-11 rumah itu baru akan digusur setelah
urusan ganti rugi lahan dengan Pemprov selesai dibayar.
Ini adalah penggusuran ke-11 dalam dua tahun kepemimpinan Gubernur
Basuki Tjahaja Purnama. Pengusuran terakhir dilakukan Pemprov DKI di
wilayah Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara, 11 April lalu. Dua bulan
setelah penggusuran paling menyita perhatian publik di Kalijodo,
Jakarta Barat.
Berikut 10 penggusuran yang dilakukan Ahok sejak dilantik 19 November 2014 hingga hari ini. 
1. Pasar Ikan, Jakarta Utara
Penggusuran kawasan permukiman Luar Batang ini, selain karena
dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) soal pembangunan, Gubernur
Ahok berencana membangun kawasan itu menjadi tempat wisata bahari dan
religi di sekitar Masjid Luar Batang.
Penggusuran dilakukan di tiga lokasi di kawasan Luar Batang, yakni Kampung Akuarium, Pasar Ikan, dan sekitar Museum Bahari.
2. Kalijodo, Jakarta Utara
Pembongkaran lokalisasi prostitusi yang cukup terkenal di Jakarta
itu bermula dari kecelakaan maut yang melibatkan pengemudi Toyota
Fortuner, Riki Agung Prasetio. Dia menabrak dua orang hingga tewas usai
mengunjungi sebuah cafe di Kalijodo. Dua rekan Riki di dalam mobil yang
dikemudikannya juga tewas.
Riki mengaku bersama teman-temannya hanya minum bir didampingi
beberapa pemandu lagu di Kalijodo. Setelah itu pergi ke Tangerang.
Namun, apes setibanya di Jala Daan Mogot, Kalideres, kecelakaan hebat
terjadi. Empat orang tewas dalam kecelakaan ini.
Buntut dari kecelakaan ini, Ahok marah besar. Dia berjanji akan
meratakan Kalijodo karena dianggap sarang maksiat. Ahok juga berdalih
akan mengembalikan fungsi Ruang Hijau Terbuka (RTH) di Kalijodo yang
disalahgunakan menjadi bangunan “rumah bordil” dan cafe remang-remang. 
Pemprov akan mengalihfungsikan kawasan Kalijodo menjadi taman
ramah anak, sehingga target 30 persen Ruang Terbuka Hijau dari total
wilayah Jakarta tercapai.
3. Kampung Pulo, Jakarta Timur
Ada ratusan rumah yang digusur Pemprov DKI Jakarta di tempat ini.
Alasan penertiban untuk memuluskan program normalisasi sungai Ciliwung.
Pengerukan sedimentasi sungai dilakukan agar banjir kiriman dari Bogor
tidak meluap ke permukiman warga.
Warga Kampung Pulo yang menjadi korban penggusuran merasa bingung
lantaran dianggap sebagai penduduk ilegal. Padahal selama ini mereka
membayar pajak, listrik dan air selama tinggal di Kampung Pulo.
Sejumlah warga Kampung Pulo mengadu ke LBH Jakarta atas
penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, mereka merasa
dibohongi karena awalnya Pemprov DKI menjanjikan ganti luas tanah persis
seperti yang terkena gusur.
4. Bidaracina, Jakarta Timur
Bidaracina menjadi kawasan yang terkena imbas dari normalisasi
Sungai Ciliwung. Kawasan ini ditertibkan karena akan dibuat sodetan.
Menurut Ahok, penggusuran warga Bidaracina dan Kampung Pulo berbeda
berdasarkan kepemilikan tanah.
Tanah di Kampung Pulo merupakan milik negara, tanpa ada status
sertifikat kepemilikan, sementara Bidaracina memiliki sertifikat,
sehingga Pemprov akan membayar ganti rugi kepada mereka yang memiliki
sertifikat.
5. Bukit Duri, Jakarta Selatan
Kawasan ini sebelumnya juga pernah dilakukan penggusuran. Ada 97
rumah yang digusur karena berada di bibir Sungai Ciliwung yang akan
dinormalisasi. Kala itu, warga Bukit Duri sempat meminta dibangun
kampung deret jika mau dilakukan relokasi. 
6. Pinangsia , Jakarta Barat
Kelurahan Pinangsia RW 06 memiliki tiga kampung yaitu Kunir RT
04, Balokan RT 05 dan RT 06 di Kecamatan Tamansari Jakarta Barat.
Kampung yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini semuanya berada di
pinggiran sungai Anak kali Ciliwung.
Warga Pinangsia melakukan protes dan berunjuk rasa menolak
penggusuran rumah mereka. Mereka berunjuk rasa di Balai Kota dan
kompleks rumah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama “Ahok” di
Pantai Mutiara.
7. Kemayoran, Jakarta Pusat
Penggusuran di lahan seluas 1.000 M2 di Ketapang Kebon Kosong,
Kemayoran, Jakarta Pusat pun dieksekusi Keamanan dan Ketertiban
(Trantib) gabungan Kota Jakarta Pusat.
Kepala Divisi Pemeliharaan Bina Lingkungan (PBL) Pusat Komplek
Kemayoran Djatmika, menyatakan penertiban ini sudah diberlakukan melalui
surat pemberitahuan kepada warga hunian, khususnya yang berlokasi di
Gang Laler.
Sementara Camat Kemayoran, Herry Purnama, mengukapkan dalam
eksekusi penertiban bangunan warga Gang Laler ini, kekuatan militer yang
diturunkan mencapai hampir 500 personil gabungan, “Baik dari Trantib,
Polri/TNI, Sudin Kebersihan sebanyak 14 mobil truk, Damkar 2 mobil,
Dishub 2 mobil dan tenaga medis puskesmas Kecamatan kita terjunkan.
8. Waduk Pluit, Jakarta Utara
Proyek normalisasi Waduk Pluit yang telah berjalan sejak tahun
2012 ini telah berhasil membongkar 7.000 unit rumah dari 10.000 unit
rumah yang ada.
Tahun 2014 sudah ditertibkan 2.000 bangunan, tahun 2015
penertiban tahap II target 2.000 bangunan lagi dan tahap III tahun 2016
target 3.000 bangunan ditertibkan,” kata Koordinator Normalisasi Waduk
dan Kali DKI Jakarta, Heriyanto.
9. Menteng Dalam, Jakarta Selatan
Sebanyak 185 bangunan liar di atas saluran air sepanjang 500
meter di Jalan Menteng Pulo, RT 05 RW 14, Menteng Dalam, Jakarta
Selatan, ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Bangunan liar yang diratakan petugas terdiri dari pedagang kaki
lima, pedagang sayur-mayur, pedagang buah, kelontong, dan kayu-kayu
bekas pakai yang berserakan di atas saluran air.
Jalan Rasamala III, RT 03 RW 13, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta
Selatan yang bakal dibangun ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).
10. Kali Krukut, Jakarta Pusat
Ratusan bangunan liar yang berdiri di bantaran kali Krukut,
Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, dibongkar paksa petugas Satpol PP
pada Rabu 30 September 2015.
Pembongkaran lebih dari 250 bangunan liar ini sengaja dilakukan
Pemprov DKI, guna menormalisasi kali Krukut yang selama ini dipenuhi
sampah akibat banyaknya bangunan liar.
Baca Juga Ini; Pilgub DKI Jakarta 2017, Kontrak Politik Setiap Cagub Perlu Dibuat Prasasti, Ayo Warga DKI jakarta? …
Ini adalah penggusuran ke-11 dalam dua tahun kepemimpinan
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Pengusuran terakhir dilakukan Pemprov
DKI di wilayah Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara, 11 April lalu.
Dua bulan setelah penggusuran paling menyita perhatian publik di
Kalijodo, Jakarta Barat. (Red/Rimanews).

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya