oleh

Lawan Menteri BUMN Erick Thohir, Dirut Garuda Ari Askhara: Saya Tak akan Mundur

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia
Tbk, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, gara-gara
kedapatan menyelundupkan komponen motor Harley Davidson dan dua sepeda
baru Brompton.
Barang tersebut diketahui dimasukkan
ke pesawat baru Garuda Indonesia yang dibeli di Prancis. Kasus ini
berawal dari pemeriksaan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai Kementerian Keuangan pada 17 November 2019 terhadap pesawat baru
Garuda Indonesia buatan pabrikan Airbus tersebut.
Sampai
saat ini, Ari Askhara belum mau buka suara terkait tuduhan yang
ditujukan kepadanya. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial,
Ari melawan dan menentang Erick Thohir. Ia tidak mau digeser dari
jabatannya.
“Saya
mendapatkan gosip katanya saya mau mengundurkan diri 15 Desember, saya
nyatakan di sini kalau saya tidak akan mundur,” ujar Ari dalam video
tersebut yang dikutip pada Jumat 6 Desember 2019.

Ari juga menjelaskan jika dia meminta
saran dan masukan dari atasan dan bawahan terhadap kinerjanya selama
ini. “Kritik saya sebanyak-banyaknya saya sebagai manusia biasa,” ucap
Ari.
Video
pernyataan Ari Askhara ini diunggah oleh akun Twitter @kurawa. Dalam
video itu juga terlihat jika Ari berbicara di hadapan karyawan dan
jajaran direksi Garuda di suatu acara.
Belum
diketahui kapan persisnya acara ini berlangsung. Namun, banyak warganet
yang mengomentari pernyataan Ari dengan nada sinis.
Kronologi penyelundupan
Erick
Thohir menjelaskan kronologi penyelundupan komponen motor Harley
Davidson yang menggunakan pesawat baru Garuda Indonesia. Terlebih, ada
dugaan kuat bahwa kasus penyelundupan ini melibatkan Direktur Utama
Garuda Indonesia.
“Bahwa
motor Harley Davidson diduga adalah milik saudara AA,” kata Erick dalam
konferensi pers di kantor Kemenkeu, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta
Pusat, Kamis 5 Desember 2019.
Inisial AA yang dimaksud Erick itu diduga kuat merujuk kepada nama Ari Askhara, yang menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia.
Erick
menjelaskan penyelundupan motor Harley-Davidson yang dikemas secara
terpisah tiap bagiannya dan dibawa di dalam bagasi pesawat baru milik
Garuda Indonesia tersebut.
“Saudara AA memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson, tipe Shovel Head di tahun 2018,” ujar Erick.
Kemudian, lanjut Erick, proses pembelian motor klasik era tahun 1970-an itu sebenarnya telah dilakukan pada bulan April 2019.
Sementara
proses pembayarannya dilakukan dengan cara transfer dari Jakarta, ke
rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam. 
“Saudara IJ (Iwan Joeniarto) yang membantu proses pengiriman dan lain-lain, tapi akhirnya seperti ini,” ujarnya. [detik]
loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed