oleh

Lima Isu Urgent Krusial ini Menjadi Fokus Pembahsan Pansus RUU Pemilu

-Berita-221 Dilihat

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Rambe Kamarul Zaman mengungkapkan panitia
Khusus Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu dalam Rapat
Konsinyering telah mengerucutkan lima isu urgent, krusial. yakni ambang batas
parlemen, ambang batas pencalonan presiden, sistem pemilu terbuka atau
tertutup, konversi suara ke kursi, dan penambahan kursi DPR.
“Untuk besaran ambang batas parlemen opsinya sudah mengerucut pada
dua poin, yaitu 3,5 persen dan 5-7 persen,” kata Rambe Kamarul Zaman,
seperti di kutip kompas. Jumat (25/3/2017).
Lalu terkait ambang batas pencapresan, menurut dia, pembahasan di
Pansus telah mengerucut harus ada syarat minimal parpol mengajukan
pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
“Untuk ambang batas pencapresan mengerucut harus ada syarat minimal
20 persen perolehan kursi di DPR RI atau 25 persen akumulasi suara
nasional,” ujarnya.
Hal itu, menurut Rambe, merujuk pada aturan bahwa calon presiden dan
calon wakil presiden bisa diajukan oleh gabungan parpol sehingga harus
ada syarat minimal perolehan suara.
Dia menjelaskan, Partai Golkar, PDI Perjuangan, dan PKS mengajukan
syarat minimal 20 persen perolehan kursi di DPR RI atau 25 persen
akumulasi suara nasional.
“PPP  meminta minimal 25-30 persen perolehan suara parpol yang bisa
mengajukan capres dan cawapres. Sementara itu Partai Gerindra tetap
mengajukan 0 persen suara,” katanya.
Selain itu, Rambe menjelaskan isu krusial lain yang sudah mengerucut
dalam pembahasan hingga Kamis (23/3/2017), yaitu persyaratan parpol ikut
pemilu, antisipasi calon tunggal presiden.
Isu lain, soal penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Namun, politisi Partai Golkar itu enggan menjelaskan lebih rinci
karena akan dimatangkan dalam pembahasan di Rapat Konsinyering Pansus
Pemilu pada hari terakhir, yaitu Jumat ini.
“Hampir semua isu yang krusial selesai dan Jumat (24/3/2017) ini dilakukkan Rapat Konsinyering Pansus Pemilu,” ujarnya.
Pansus RUU Pemilu melakukan Rapat Konsinyering selama tiga hari,
yaitu 22-24 Maret 2017 di Hotel Atlet Century. Di dalam rapat itu akan
dibahas 18 isu strategis bersama pemerintah.
Ke-18 isu strategis dalam pembahasan Pansus RUU Pemilu di antaranya
ambang batas parlemen, ambang batas pencapresan, sistem pemilu terbuka
atau tertutup, konversi suara ke kursi, dan penambahan kursi DPR.
Berita Terkait: Pemerintah Usulkan Sistem Terbuka Terbatas di RUU Pemilu 2019, Apa ya Alasanya?…
Selain itu, persyaratan parpol menjadi peserta pemilu, rekapitulasi
suara, penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu), sentra penegakan hukum
terpadu, sengketa proses pemilu dan sengketa TUN pemilu, kampanye dan
politik uang.
Perselisihan kepengurusan parpol, sengketa hasil pemilu, hari
pelaksanaan pemilu, keterwakilan perempuan, penambahan kursi anggota
DPR. (*)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya